Jumat, 22 September 2023

Relawan SAR Tewas Dalam Survey Terumbu Karang

SUKASELAM.COM, Aceh Besar – Seorang penyelam yang juga relawan SAR, tewas dalam kecelakaan selam di Pulau Tuan, Aceh Besar, pada Selasa, 19 September 2023. 

Penyelam itu, May Fendri (50 tahun), adalah Ketua Relawan Satgas SAR Aceh. 

Hari itu ia menyelam bersama lima orang rekannya di terumbu Pulau Tuan, sekitar pukul 12.30 siang waktu setempat. 

Senin, 18 September 2023

Selat Patinti, Terumbu di Halmahera Selatan

(Sali House Reef, Pulau Saleh)
SUKASELAM.COM, Bacan
– Kalau Raja Ampat punya Selat Dampier, dan TN Komodo punya Selat Lintah, sebagai spotlight penyelaman. Halmahera Selatan pun punya Selat Patinti. Yakni selat antara Pulau Bacan dan Pulau Halmahera. Selat sempit sepanjang 75 kilometer ini, merupakan destinasi penyelaman utama di Halmahera Selatan. Ada puluhan situs selam yang menarik dijelajahi di sini. Terletak di dalam Zona Arlindo yang merupakan wilayah dengan keanekaragaman hayati laut tertinggi di muka bumi, Selat Patinti dilewati Arus Lintas Indonesia (Arlindo) yang bergerak dari Laut Maluku di utara ke Laut Halmahera di selatan. Membuat arus mengalir sedang-kuat di sepanjang Selat Patinti, sama seperti di Selat Dampier dan Selat Lintah.

Black Forest, Situs Selam Bintang Lima di Una Una


SUKASELAM.COM, Togean
– Seorang penyelam asal Amerika Serikat, baru-baru ini memposting video pendek di akun twitternya, berisi rekaman video penyelaman dia di  Black Forest, Pulau Una Una, Togean. Apa yang sungguh luar biasa? 
 
Situs ini ternyata berupa hamparan terumbu karang tepi yang sangat subur, rapat, segar, dan utuh. 
 
Dihuni banyak ikan, dan visibility bagaikan berenang di kolam renang. “Sublim (maha indah),” komentarnya.

Dengan tutupan biota karang nyaris 100 persen, dan belum tampak ada kerusakan sedikit pun, membuat Black Forest salah satu situs selam terbaik di Una Una. 

Yang tak boleh Anda lewatkan kalau berkunjung ke Togean. 

Sebenarnya sudah lama situs ini populer, tapi biasanya hanya bisa melihat videonya yang berupa rekaman penyelaman di kedalaman 5-10 meter saja.

Selasa, 30 Mei 2023

Yuk, Kembali Ramaikan Deep Extreme 1-4 Juni 2023

(Foto: Venuemagz)
SUKASELAM.COM, Jakarta
– Ajang bertemunya para diver seantero Indonesia, yakni acara pameran dunia underwater Deep Extreme Indonesia (DXI), akan kembali digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Kompleks GBK Senayan, Jakarta, pada 1-4 Juni 2023 pekan ini. 

Gelaran DXI tahun ini merupakan gelaran yang ke-15, setelah sempat vakum pada 2020 dan 2021 karena pandemi. Tahun lalu, DXI kembali digelar, namun masih dalam suasana pandemi. 

Tahun ini, dengan situasi yang sudah kembali normal, diperkirakan acara akan kembali ramai dikunjungi para diver seantero tanah air. 

Sebagai acara pameran dan gathering dunia underwater Indonesia terbesar dan sudah terselenggara sejak lebih 15 tahun lalu, gelaran DXI selalu ditunggu-tunggu oleh para penyelam, untuk mengikuti perkembangan-perkembangan terbaru dunia bawah laut Indonesia.

Kamis, 04 November 2021

Dibuka Sandiaga Uno, Munas III PUWSI Sukses Memilih Ketua Baru Arief Yudo Wibowo

SUKASELAM.COM, Jakarta – Dibuka resmi oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Perkumpulan Usaha Wisata Selam Indonesia (PUWSI) telah menggelar Musyawarah Nasional ke-3 di Hotel Harris, Jakarta Pusat, Rabu (3/10). 

“Melalui forum musyawarah nasional ini, saya harap seluruh pelaku usaha wisata bidang wisata selam, khususnya yang tergabung di bawah PUWSI, untuk dapat saling bekerjasama dalam mengembangkan produk dan industri wisata selam kita agar semakin diminati wisatawan mancanegara dan Indonesia. Saya ucapkan selamat dan sukses menjalankan musyawarah nasional PUWSI yang ke-III,” ujar Sandiaga Uno dalam kata sambutannya. 

Selain itu, Munas juga dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Odo R.M Manuhutu. 

Minggu, 31 Oktober 2021

Sambut Aktivasi Wisata Selam, PUWSI Gelar Munas di Jakarta

SUKASELAM.COM, Jakarta – Setelah lebih 20 bulan industri wisata selam mengalami dormansi akibat Pandemi. Kini harapan baru mulai kembali berkembang. 

Seiring dengan penanganan Pandemi yang sudah terkendali, dan sinyal dari pemerintah untuk membuka kembali layanan wisata selam dan menerima kembali kunjungan wisatawan asing.

Untuk menyongsong harapan baru itu, Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Usaha Wisata Selam Indonesia (PUWSI) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-3 pada 3 Nopember 2021 di Jakarta. Munas akan mengundang seluruh anggota untuk melaksanakan kewajiban organisasi berupa evaluasi kepengurusan dan konsolidasi menguatkan sinergi antar pelaku industri wisata selam di era new normal.

Jumat, 11 Juni 2021

Ngobrol Dengan Ricky Soerapoetra: Waktunya ‘Dive With Mission’

Terumbu Karang Pulau Genteng Kecil, Kapulauan Seribu (Foto: Istimewa)

SUKASELAM.COM, Jakarta – Optimisme akan segera kembali ke situasi normal, semakin membuncah sejak program vaksinasi Covid-19 dimulai pertengahan Januari lalu. Beberapa destinasi selam pelan-pelan mulai menampakkan geliat menerima tamu kembali. Bagaimana menghadapi situasi ini. Sudah oke-kah penyelam kembali ke dalam laut. Ngobrol dengan Ricky Soerapoetra, Ketua Umum Perkumpulan Usaha Wisata Selam Indonesia (PUWSI).

Sudah 5 bulan vaksinasi Covid-19 berjalan. 10 dari 100 orang Indonesia hari ini sudah divaksin. Apa kini sudah waktu yang tepat untuk kembali menyelam?
Kalau saya pribadi, belum yakin benar. Karena yang sekarang statusnya masih vaksin darurat (emergency use). Artinya masih belum normal. Kita masih harus waspada. Saya sendiri belum berani gembar-gembor. Masyarakat sendiri juga belum semuanya sadar vaksin. Jadi harus diingat, sekarang ini masih belum normal. Tetapi, memang optimisme semakin berkembang. Dan itu baik sekali bagi dunia wisata selam. Saran saya, tetap jalankan protokol kesehatan 5M. Boleh saja operator selam kembali aktif, dan mensyaratkan bagi tamu yang sudah vaksin misalnya. Tetapi, protokol kesehatan harus tetap menjadi perhatian. Jangan karena telah vaksinasi, operator menjadi abai protokol kesehatan. Industri wisata selam harus tetap memberlakukan protokol kesehatan, baik untuk pekerja maupun penyelam.

Sabtu, 03 April 2021

Wawancara Rudy Wakatobi: Pandemi Bikin Dunia Selam Dorman

Montipora foliosa di Roma, Wakatobi (foto: istimewa)

SUKASELAM.COM, Wangi-wangi – Pandemi tak sepenuhnya membuat dunia selam di Wakatobi meredup. Geliat masih tumbuh dan berkembang. “Hikmah pandemi. Kami jadi lebih banyak waktu untuk eksplorasi menemukan lokasi-lokasi penyelaman baru. Meski tamu sepi, setiap hari kami tetap menyelam untuk eksplorasi. Hasilnya, banyak temuan baru yang bakal lebih seru,” ujar Rudy Wakatobi, dive master dan guide selam dari Rekan Dive Center yang berbasis di Wangi-wangi, Wakatobi.

Hei Rud. Bagaimana situasi dunia selam di Wakatobi selama pandemi? 
Sama seperti di tempat-tempat lain. Tamu langsung drop sejak satu bulan setelah pengumuman pandemi. Tetapi, kini sudah mulai nampak menggeliat. Bulan ini (Maret 2021) sudah ada beberapa turis asing dari Solo dan Yogyakarta datang ke sini menyelam. Mereka ekspatriat yang tinggal di Indonesia selama pandemi. Kalau turis baru belum ada. Wisatawan Nusantara juga belum ada yang datang. Semua akan sangat tergantung pada program vaksinasi. Semoga pada Juli mendatang, turis akan semakin banyak datang.

Senin, 11 November 2019

Satu Penyelam Hilang Ditemukan di Perairan Bengkunat, Lampung Barat

Jasad Penyelam Yang Ditemukan di Perairan Bengkunat, Lampung Barat (Foto: Inews)
SUKASELAM.COM, Jakarta – Kabar gembira. Setelah 9 hari operasi pencarian SAR, jasad salah satu dari 3 penyelam yang hilang di situs selam Berlin Wall, Pulau Sangiang, Serang, Banten, akhirnya ditemukan terapung di perairan pantai Desa Bengkunat, Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Lampung Barat, pada Senin, 11 Nopember 2019, pagi. 

Jasad yang ditemukan itu masih lengkap memakai semua peralatan selam. 

Diduga merupakan jasad dari Qin Xue Tao (L) warganegara China, yang bekerja sebagai manajer operasional perusahaan produsen motor Wuling (PT SGMW Motor Indonesia).  

Informasi dari tim Basarnas Banten, jasad penyelam itu pertama kali ditemukan oleh warga nelayan setempat, yakni Ciliang dan Andar, pada Senin pagi, pukul 06.15 WIB. 

Posisi jasad sekitar 8 mil, atau sekitar 12,5 kilometer, di lepas Pantai Kotodjawa. 

7 Kapal, 4 Helikopter, Drone ROV dan Penyelam Militer Dikerahkan di Sangiang; Operasi SAR Terbesar

Penyelaman dalam Operasi Sar untuk Mencari 3 Penyelam Hilang di Pulau Sangiang (Foto: Analisadaily)

SUKASELAM.COM, Jakarta – Dalam catatan Sukaselam, operasi sar terhadap 3 penyelam warganegara China dan Singapura yang hilang di situs selam Berlin Wall, Pulau Sangiang, Banten, sejak akhir pekan lalu, Minggu (3/11), hingga hari ini Senin (11/11), adalah operasi sar terbesar untuk mencari penyelam yang hilang dalam penyelaman rekreasi.  


Tak kurang 7 kapal dilibatkan dalam operasi ini (diantaranya Kapal Tamposo, Kapal Badak, dan Kapal Sangiang milik Marinir TNI Angkatan Laut; Kapan Sar Drupada dan Basudewa milik Basarnas Banten; dan Kapal 1007 dan Kapal 1019 milik Polairud Polda Banten), 4 helikopter (1 helikopter bantuan Mabes Polri, 1 helikopter Basarnas Banten, dan 2 helikopter sewaan sumbangan dari keluarga korban), 6 penyelam militer dari Tim Intai Amfibi (Taifid) Marinir TNI AL, 10 penyelam Basarnas Banten, drone bawah laut (ROV/Remoted Operated Vehicle) milik Polairud Polda Banten, 1 mobile hiperbaric chamber milik Marinir TNI AL, dan lebih 150 personil dan berbagai unit rescue di Banten terlibat dalam pencarian massal dan masif.