![]() |
| (Situs selam Pangabatang Selatan | Ilustrasi: Sukaselam.com) |
Jakarta, 9 Oktober 2026 – Empat penyelam yang dilaporkan hilang di perairan Teluk Maumere, Sikka, NTT, pada Minggu (4/10) lalu, akhirnya berhasil ditemukan selamat pada keesokan harinya, Senin (5/10).
Setelah mereka hilang terseret arus di situs selam Pangabatang Selatan, sewaktu dalam penyelaman rekreasi.
Tim pencari dari Basarnas Maumere menemukan mereka terpisah-pisah
dalam 3 lokasi berbeda, namun semua ditemukan masih di sekitaran Teluk Maumere.
Penyelam asal Austria, Patricia Retter, ditemukan hari itu
juga pada Minggu sore pukul 16.30 WIB di perairan Desa Nangahale oleh nelayan
setempat yang turut melakukan pencarian.
Sedang dua penyelam asal Irlandia, Dervla dan Darragh, dan guide
selam Frederik Horimpun, harus terombang-ambing semalaman di tengah
laut, sebelum ditemukan.
Dervla dan Darragh akhirnya ditemukan tim Polairud Maumere pada Senin (5/10) pukul 09.00 WITA keesokan harinya, dan Frederik Horimpun ditemukan lima menit kemudian dalam kondisi yang terpisah dari Dervla dan Darragh.
Berita penemuan mereka dalam kondisi hidup dan sehat, tentu sangat menggembirakan publik, karena sebelumnya dikhawatirkan telah tewas.
Dikutip dari laporan media-media setempat, peristiwa ini bermula
pada Minggu pagi.
Ketika itu ada 6 penyelam yaitu Bart Hazes (usia 60 tahun, warga Belanda), Patricia Retter (42 tahun, Austria), Dervla Mulligan (28 tahun, Irlandia), Darragh (27 tahun, Irlandia), Frederik Horimpun (39 tahun, WNI), dan Maria Rosa Hariana (25 tahun, WNI), melakukan penyelaman di situs selam Pangabatang Selatan, sekira pukul 10.00 waktu setempat.
Pada koordinat 8°29’5.75″ LS, 122°27’34.71″ BT.
Pangabatang Selatan merupakan salah satu situs selam
populer di Maumere.
Titik masuk penyelaman ini di sisi selatan dari Pulau Pangabatang, pulau kecil di tengah Teluk Maumere, atau 30 kilometer dari dermaga pelabuhan utama Maumere.
Mereka turun dalam formasi 2 group: group pertama terdiri Bart Hazes
dan Patricia Retter didampingi guide selam Maria Rosa Hariana, dan group kedua Dervla
Mulligan dan Darragh didampingi guide selam Frederik Horimpun.
Namun naas, saat melakukan penyelaman, mereka terseret arus kuat
yang memang dikenali kerap muncul tiba-tiba di Pangabatang
Selatan.
Bart Hazes dan Maria Rosa Hariana dapat
segera kembali ke boat selam setelah terkena arus, sedang 4 penyelam
yang lain terseret hingga hilang.
Karena rekan-rekannya ditunggu tak segera muncul ke permukaan laut,
sekira pukul 14.10 WITA, guide selam Maria Rosa Hariana kemudian menelpon ke Basarnas Maumere, melaporkan rekan-rekannya yang belum kembali
dari penyelaman.
“Menindaklanjuti laporan tersebut, kami kemudian langsung mengerahkan operasi gabungan melakukan pencarian dengan menggunakan Kapal SAR Puntadewa 250 ke lokasi kejadian,” ujar Fathur Rahman, kepala Basarnas Maumere, seperti dikutip dari RakyatNTT.
Pangabatang Selatan
Pangabatang Selatan memang dikenal merupakan situs
selam arus kuat (drift diving).
Lokasi situs ini terletak di sisi selatan dari
Pulau Pangabatang, pada area sekitar ujung selatan dari selat sempit antara Pulau
Pangabatang dan daratan Maumere.
Arus itu terbentuk karena penyempitan ruang
permukaan laut pada selat, atau sering disebut juga sebagai arus corong atau
arus tunnel effect.
Selain itu, arus sering tiba-tiba menguat sebagai akibat dari dinamika pasang
surut perairan, dan karena Teluk Maumere berada di Zona Arlindo, pengaruh
arus Arlindo juga semakin menguatkan arus yang melewati corong Selat Pangabatang.
Arus biasanya 1-2 knot, namun saat pergantian pasang
surut, arus bisa meningkat cepat.
Yang menarik dari Pangabatang Selatan, situs
ini terletak di tengah Teluk Maumere, sehingga ketika penyelam terseret arus, ia masih berada di area teluk.
Tidak terseret jauh hingga belasan atau
bahkan puluhan kilometer menjauhi lokasi.
Hal itu bisa dilihat dari posisi para penyelam yang hilang, mereka ditemukan masih di sekitaran dalam Teluk Maumere.
Seperti Patricia ditemukan sekitar 8 kilometer dari situs Pangabatang Selatan; Dervla dan
Darragh sekitar 7 kilometer di selatan titik masuk penyelaman, dan
Frederik ditemukan sekitar 9 kilometer dari titik penyelaman semula.
Arus lokal ini yang membuat menarik situs Pangabatang
Selatan, selain juga terumbu karangnya subur dan dihuni banyak ikan karang ***
Editor: Tim Redaksi







