Selasa, 18 Agustus 2026

Auriga Nusantara Peringati HUT RI dengan Menyelam dan Tanam Karang

(Transplantasi karang di perairan Desa Sagea oleh Auriga Nusantara | Foto: Auriga Nusantara)

Sagea, 18 Agustus 2026
– Lembaga swadaya masyarakat Auriga Nusantara memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81 dengan cara tak biasa. Bukan dengan upacara bendera di lapangan umum, melainkan bergabung bersama masyarakat Desa Sagea, Halmahera Tengah, Maluku Utara, melakukan pengibaran bendara Merah Putih di kedalaman laut perairan Sagea, pada Senin, 17 Agustus 2026 siang.

“Ini sekaligus untuk meneruskan kerja-kerja transplantasi karang yang sudah berjalan sejak Mei 2026. Pada momentum kali ini, 10 struktur spider web kami pasang dengan total 19 fragmen karang cangkok yang ditransplantasikan,” ujar Ibrahim Zuhdi, Direktur Direktorat Advokasi dan Komunikasi Auriga Nusantara, dalam siaran pers-nya (17/8) yang dikirim ke Sukaselam.com.

Menurut Zuhdi, dengan tambahan tersebut, kini total kumulatif transplantasi karang di perairan Desa Sagea per 17 Agustus 2026 mencapai 15 media spider web dengan 277 fragmen karang. Meningkat dari capaian pada Mei 2026 yang sebelumnya mencatatkan 5 media spider web dengan 87 fragmen karang.

(Pengibaran Merah Putih | Foto: Auriga)
Kegiatan ini dilakukan bersama masyarakat Desa Sagea sebagai Langkah untuk memasifkan sebaran dan tutupan ekosistem terumbu karang di wilayah perairan desa tersebut.

Transplantasi karang merupakan bentuk dukungan konkret Auriga Nusantara kepada masyarakat pesisir Desa sagea, yang saat ini telah secara mandiri mempraktikkan konservasi berbasis komunitas.

Merah Putih Konservasi Pesisir

Selain transplantasi karang, momentum 17 Agustus 2026 di perairan Sagea, juga diwarnai dengan pengibaran bendera Merah Putih di bawah laut oleh tim penyelam Auriga Nusantara dan masyarakat setempat.

Aksi ini bukan sekedar untuk seremoni upacara peringatan HUT RI saja, melainkan sebagai bentuk desakan kepada pemerintah agar segera memberikan kepastian hukum bagi perlindungan ekosistem esensial -terumbu karang, lamun, dan mangrove- di perairan Desa Sagea maupun wilayah pesisir Indonesia lainnya.

“Auriga Nusantara juga mendesak penegakan hukum terhadap perusahaan dan aktor lain yang telah melakukan perusakan ekosistem terumbu karang, lamun, dan mangrove yang terjadi di Desa Lalief dan Desa Gamaf, dua desa pesisir di Halmahera Tengah yang terdampak langsung aktivitas pertambangan nikel,” ujar Zuhdi.

Menurut Zuhdi, kerusakan ekosistem pesisir di kedua desa tersebut menjadi pengingat bahwa upaya restorasi seperti yang dilakukan di Desa Sagea perlu dibarengi dengan kepastian hukum dan penegakan yang tegas, agar kerusakan serupa tidak terus berulang. ***

Penulis: Wahyuana
Editor: Tim Redaksi

Rabu, 05 Agustus 2026

Menyelamatkan Kapal, Menjaga Terumbu Karang: Peluang Usaha Penundaan Kapal Pesiar Selam

(Kapal pandu berlambung dangkal milik IPCM berpotensi untuk evakuasi kapal wisata kandas | Foto: Istimewa)
Jakarta, 5 Agustus 2026 – Insiden kandasnya kapal pesiar selam di Maratua Channel, Kepulauan Derawan, Berau, Kalimantan Timur, pada Juni 2026, tidak hanya mengganggu aktivitas pariwisata setempat, tetapi juga merusak terumbu karang yang butuh puluhan tahun untuk pulih.

Rabu, 22 Juli 2026

Riset BRIN: Restorasi Karang tak Menjamin Pulihnya Ekosistem Alami

(Restorasi terumbu karang oleh KKTK Yowana Bhakti Segara di Tianyar, Bali | Foto: Istimewa)

Jakarta, 22 Juli 2026 – Aktivitas restorasi dan rehabilitasi terumbu karang banyak dilakukan di Indonesia. Hampir tiap pekan kita menemukan rilis berita dari organisasi atau komunitas yang melakukan kegiatan ini di seluruh negeri. 

Kamis, 16 Juli 2026

Dua Snorkeler China Tenggelam di Pulau Kelor

(Evakuasi korban kecelakaan selam di Pulau Kelor, Rabu (15/7) | Foto: Dok Basarnas Labuan Bajo)
Labuan Bajo, SUKASELAM.COM – Dua wisatawan asal China, pasangan suami istri Guo Xingyou (29 tahun, perempuan) dan Sha Gingyang (30 tahun, laki-laki), ditemukan meninggal di perairan Pulau Kelor, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Rabu siang (15 Juli 2026).

Senin, 13 Juli 2026

Anak Krakatau dan Karangetang Kembali Produktif Suburkan Terumbu Karang

(Gunung Karangetang, Pulau Siau, Sitaro, Minggu 12 Juli 2026 | Foto: BPBD Siau)

Serang, SUKASELAM.COM
– Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Lampung, dilaporkan kembali aktif mengeluarkan semburan lava panas (erupsi), pada Minggu 12 Juli 2026 siang.

Kamis, 09 Juli 2026

Trip Selam Makin Padat, TN Komodo Terapkan Kuota dan Interval Waktu 20-30 Menit

(Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo | Foto: Istimewa)
Labuhan Bajo, SUKASELAM.COM – Taman Nasional Komodo (TN Komodo) menerapkan sistem kuota dan pemberlakuan interval waktu 20-30 menit antar rombongan kapal trip selam.

Selasa, 07 Juli 2026

Etika Kapal Pesiar Selam yang Wajib Dipatuhi Agar Tragedi Maratua Tidak Terulang

(Kapal pesiar selam | Foto Istimewa)
Jakarta, SUKASELAM.COM – Insiden kapal pesiar selam (diving liveaboard) kandas dan melindas terumbu karang di situs selam Maratua Channel, Maratua, Berau, Kalimantan Timur, pada Jumat 19 Juni 2026 lalu, hingga hari ini masih menjadi sorotan hangat. 

Jumat, 03 Juli 2026

Tragedi di Bawah Laut Morowali: Kepe-kepe Bertahan di Bahomohoni, Nemo Tak Ditemukan di Bahodopi

(Sedimentasi di Pantai Kuerea, Desa Kuerea, Bahodopi | Foto: Sukaselam/Wahyuana)
SUKASELAM.COM, Morowali – Terletak di jantung Zona Arlindo (Zona Arus Lintas Indonesia), perairan pesisir Kabupaten Morowali yang membentang di tengah Teluk Tolo, Sulawesi Tengah, secara teoritis adalah rumah alami ekosistem terumbu karang yang dihuni banyak ikan.

Rabu, 24 Juni 2026

Komunitas Berau Divers Kecam Kapal Pesiar Selam Kandas di Maratua Channel

(Foto kapal pesiar selam kandas di Maratua Channel (19/6) | Foto: Istimewa)

SUKASELAM.COM, Berau –
Komunitas Berau Divers (KBD) mengecam keras insiden kandasnya kapal pesiar selam MV Seaisee I tepat pada area situs selam Maratua Channel, atau disebut juga situs Channel Point, di gugusan Atol Maratua, Derawan, Berau, Kalimantan Timur, pada Jumat (19 Juni 2026) pekan lalu.

Jumat, 17 April 2026

DRT, DXI, dan MAX: Apa Yang Menarik dari 3 Expo Underwater Terbesar di Jakarta Bulan Ini?


SUKASELAM.COM, Jakarta
– Industri underwater Indonesia semakin menarik. Baru di bulan ke-empat tahun ini saja, sudah ada 3 pameran industri wisata selam dan kelautan skala besar, yang di gelar di Jakarta. Gelaran ini menunjukkan geliat sektor blue economy yang semakin potensial.