
(Foto kapal pesiar selam kandas di Maratua Channel (19/6) | Foto: Istimewa)
SUKASELAM.COM, Berau – Komunitas Berau Divers (KBD) mengecam keras insiden
kandasnya kapal pesiar selam MV Seaisee I tepat pada area situs selam Maratua
Channel, atau disebut juga situs Channel Point, di gugusan Atol Maratua,
Derawan, Berau, Kalimantan Timur, pada Jumat (19 Juni 2026) pekan lalu.
Dikutip dari rilis pernyataan sikap yang dimuat di akun IG Berau Divers, komunitas penyelam di Berau ini, menyatakan menuntut kepada pihak-pihak otoritas terkait setempat, agar segera melakukan investigasi menyeluruh secara transparan atas insiden ini, penegakan regulasi sesuai yang berlaku, serta menuntut tanggung jawab penuh atas pemulihan ekosistem yang rusak.
“Kami mengecam keras kecerobohan ini karena dampak kerusakan terumbu karang di spot barakuda ini sangat masif akibat hantaman kapal tersebut,” ujar Fitriani Murasaki, Ketua Komunitas Berau Divers, seperti dikutip dari media Klikborneo, Rabu (24 Juni 2026).
Fitri menambahkan bahwa insiden ini juga telah membawa kerugian ekologis yang tidak ternilai bagi pariwisata Berau.
“Hancurnya karang otomatis dapat merusak ekosistem dan rantai makanan serta mengusir kawanan biota laut, ikan dan hewan laut lainnya yang biasa bermukim di gugusan terumbu karang tersebut yang menjadi magnet utama wisatawan selam,” ujarnya.
“Ini adalah kerugian alam yang sangat besar bagi Bumi Batiwakkal karena ekosistem yang hancur merupakan jantung dari pariwisata bahari kita,” tambah penyelam freediving ini.
Setelah Menyelam
Dikutip dari berbagai laporan media setempat, peristiwa kandas kapal pesiar selam ini, terjadi pada penyelaman pagi di Maratua Channel pada Jumat (19 Juni 2026) sekitar pukul 08.00 WITA.
Setelah mengantar tamu menyelam, kapal yang hendak balik meninggal lokasi, mangalami naas lambung kapal kandas menabrak gugusan karang kering yang membentuk kanal Atol Maratua.
Para penumpang segera dievakuasi pada peristiwa ini, sehingga tidak terjadi kecelakaan fatal. Namun, akibat dari kandas tersebut, menyisakan area kerusakan pada terumbu karang.
Dikutip dari Kaltimpost (24/), nakhoda kapal bergerak meninggalkan lokasi setelah penyelaman pada pukul 08.20 WITA saat kondisi perairan sedang surut.
Pada saat bersamaan, kapal juga menghadapi embusan angin kencang yang memengaruhi manuver kapal. Akibat kondisi itu, kapal mengalami kandas sebentar di lokasi sekitar titik selam.
Meski tak sampai menimbulkan korban, kontan peristiwa ini menarik perhatian banyak pihak, karena terjadi pada situs selam unggulan yang menjadi magnet utama wisata selam Maratua.
Selain perkumpulan para divers, sejumlah 13 resort selam setempat, juga melayangkan protes agar peristiwa ini mendapat perhatian otoritas, dan memastikan tidak akan terulang kembali.

(Lokasi peristiwa)
Maratua Channel
Maratua Channel adalah situs selam paling populer di Atol Maratua.
Situs selam bintang 5 yang menjadi magnet utama penyelaman di Maratua, bersama dengan situs Big Fish Country, Maratua Gate, Lumantang, Paradise, Mid Reef, Coral Garden, dan Tanjung Keramat.
Ada lebih 35 situs selam di sekeliling gugusan atol paling indah di Indonesia ini, yang dalam 5 tahun belakangan ini, Atol Maratua telah berkembang menjadi destinasi wisata selam yang sedang naik daun, dan dikunjungi ribuan penyelam setiap tahun.
Situs Maratua Channel terkenal, karena pada situs ini terdapat spot ribuan barakuda chevron (Sphyraena barracuda). Terletak di tengah kanal Atol Maratua, arus juga menjadi tantangan dalam penyelaman di sini.
Selain Maratua Channel, spot barakuda juga ditemukan di banyak lokasi lain di sekitar Maratua, seperti di Big Fish Country dan Maratua Gate, namun yang terbaik di Maratua Channel ini. ***
Wahyuana







