Labuan Bajo,
SUKASELAM.COM – Dua
wisatawan asal China, pasangan suami istri Guo Xingyou (29 tahun, perempuan)
dan Sha Gingyang (30 tahun, laki-laki), ditemukan meninggal di perairan Pulau
Kelor, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Rabu siang (15 Juli 2026).
(Evakuasi korban kecelakaan selam di Pulau Kelor, Rabu (15/7) | Foto: Dok Basarnas Labuan Bajo)
Kedua wisatawan
ini, diduga mengalami kecelakaan dalam penyelaman, saat keduanya sedang
melakukan snorkeling di situs Snorkeling Point Pulau Kelor.
Jenasah Guo
Xingyou ditemukan masin di sekitar titik awal mereka turun snorkeling di
Snorkeling Point Pulau Kelor.
Sedang jenazah
Sha Gingyang ditemukan sekira 390 meter di selatan Snorkeling Point Pulau
Kelor.
Jenazah Guo
Xingyou ditemukan di kedalaman 23 meter oleh anggota Tim SAR dalam kondisi
masih berpakaian lengkap, beserta dengan masker dan snorkel.
“Kedua korban
sedang melakukan snorkeling di perairan Pulau Kelor, namun naas gelombang
tinggi menghantam keduanya hingga tenggelam,” ujar keterangan resmi dari tim
SAR Gabungan, Rabu siang, seperti dikutip dari media setempat EkoraNTT.
Snorkeling
Menurut
informasi yang dihimpun wartawan EkoraNTT, insiden itu bermua pada Rabu sekira
pukul 12.00 siang waktu setempat. Saat itu, kedua wisatawan asal China itu
sedang asyik melakukan snorkeling di Snorkeling Point Pulau Kelor, ketika
tiba-tiba datang ombak besar dan cuaca buruk yang menghempas mereka hingga
tenggelam dan tak mampu mengontrol diri.
Tim SAR
setempat langsung melakukan pencarian setelah mendapat laporan tentang ini.
Sekira 45 menit
pencarian setelah kejadian, pukul 12.45 WITA, salah saorang korban yaitu Guo
Xingyou berhasil ditemukan tak jauh dari tempat semula mereka snorkeling.
Guo ditemukan
dalam keadaan tak sadarkan diri. Bantuan pertolongan pertama dengan memberikan
pernapasan buatan Resusitasi Paru Jantung (RPJ) diberikan kepada Guo, sejak
ditemukan hingga dalam perjalanan evakuasi ke Labuan Bajo.
Namun, nyawanya
tak tertolong. Sampai di RSUD Komodo korban dinyatakan meninggal oleh Dokter
rumah sakit.
Korban Kedua
Sedang korban
kedua, Sha Gingyang ditemukan pada sore harinya. Sekira pukul 16.44 waktu
setempat, personel pencari dari Tim SAR gabungan menemukan korban sekitar 390
meter dari titik awal snorkeling. Jasad korban ditemukan pada kedalaman 23
meter, pada ujung rataan terumbu karang Pulau Kelor. Ditemukan pada
koordinat 8°32’50.59″ S – 119°49’7.15″
E.
“Korban kedua
ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya Tim SAR Gabungan membawa
korban menuju Pelabuhan Marina Labuan Bajo guna diserahkan ke pihak medis RSUD
Komodo,” jelas tim SAR seperti dikutip dari EkoraNTT.
Operasi
pencarian ini melibatkan berbagai unsur SAR di Manggarai Barat.
Di antaranya
dari Lanal Labuan Bajo, Ditpolairud Polda NTT, Satpolairud Polres Manggarai
Barat, KSOP Manggarai Barat, KKP Labuan Bajo, dan P3KOM.
Sedang
peralatan yang turut dikerahkan berupa kapal Rigid Inflatable Boat (RIB) 500 PK
milik Pos SAR Manggarai Barat, dan 2 speedboat masing-masing milik KSOP dan
Polair Labuan Bajo.
Kedua jenasah,
saat ini masih berada di RSUD Komodo, Labuan Bajo.
Pulau Kelor
Pulau Kelor
adalah spot snorkeling yang populer di Labuan Bajo. Terletak di luar kawasan
Taman Nasional Komodo, pulau kecil ini gampang ditempuh sekira 10 menit dari
Dermaga Labuan Bajo.
Bersama Pulau
Bidadari, Pulau Sabolo, dan Pulau Papangga; Pulau Kelor sering jadi pilihan
bagi wisatawan di Labuan Bajo untuk melepaskan hobi diving dan snorkelingnya,
secara gampang dan murah, setelah mengunjungi Taman Nasional Komodo. ***
Penulis :
Wahyuana
Editor : Tim Redaksi








