Tampilkan postingan dengan label Zona Arlindo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Zona Arlindo. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 September 2026

Melirik Budget Dive Transport: Peluang Baru ASDP Mengembangkan Non-Farebox Revenue di Zona Arlindo

(KMP Terubuk layanan ASDP menuju Misool | Foto: repro Tribunpapuabarat)

Jakarta, 20 September 2026
– Tren wisata selam di Indonesia terus melonjak dari tahun ke tahun. Memang belum ada data resmi berskala nasional yang merangkum total kumulatif wisatawan selam per tahun. Namun, laporan dari setiap destinasi selam unggulan menegaskan kecenderungan peningkatan tersebut. 

Jumat, 05 September 2025

Sejarah Sains Raja Ampat dari 1700 Hingga Hari Ini

(Coral Bleaching di Raja Ampat | Foto: Istimewa)
     
SUKASELAM.COM, Raja Ampat -
Publik memberi apresiasi pada keputusan Presiden Prabowo Subianto mencabut empat izin tambang nikel di pulau-pulau kecil di Kepulauan Raja Ampat. Keputusan itu menunjukkan keseriusan pemerintah pada komitmen melindungi kawasan Raja Ampat. Wilayah ini adalah cagar alam yang tidak hanya penting bagi ekologi Nusantara, tetapi juga bagi kesehatan iklim planet bumi. Sehingga, keberadaannya harus dilindungi dari kerusakan dan penambangan.

Minggu, 23 Februari 2025

Mengenal Zona Arlindo

      Zona Arlindo (dalam segi empat terumbu karang)

Apa itu Zona Arlindo?
Zona Arlindo atau Zona Arus Lintas Indonesia adalah zona oseanografi dan biogreografi bawah laut di wilayah tengah perairan Indonesia. Yaitu dari perairan Bali hingga Raja Ampat, dari perairan Filipina selatan hingga Pulau Rote. Pada wilayah perairan ini mengalir arus laut besar yakni Arus Lintas Indonesia (Indonesia Throughout Flow) dari Samudera Pasifik menuju ke Samudera Hindia. Pada wilayah ini terumbu karang tumbuh subur dan memiliki keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia. Serta dihuni banyak biota ikan dan mamalia laut dengan keanekaragaman spesies yang tinggi.

Jumat, 20 Oktober 2023

30 Situs Selam Paling Sibuk Pasca Pandemi

SUKASELAM.COM, Jakarta – Dunia bawah laut telah kembali ramai dikunjungi penyelam, pasca berakhirnya status pandemi Covid 19 pada akhir tahun lalu. 

Bali, Gili Trawangan, Komodo, Bunaken, Kepulauan Seribu, Raja Ampat dan Wakatobi, kini telah kembali sibuk dengan kehadiran rombongan para penyelam. 

Rabu, 06 Februari 2019

Zona Arlindo, Surga Wisata Selam Unggulan Indonesia

Peta Selam Indonesia (Sukaselam, 2014)
SUKASELAM.COM, Jakarta, - Pagi belum menunjuk pukul 09.00, ketika saya sampai di situs selam Crystal Bay, Nusa Penida, Bali. Setelah 1 jam menempuh perjalanan dengan perahu motor dari Pantai Sanur. Sepagi itu, akhir tahun lalu, situasi di perairan Nusa Penida sudah ramai. Nampak, ada belasan kapal wisata terapung-apung diatas laut, menunggui para tamunya yang sedang menyelami dalamnya Teluk Penida. Ketika saya pun turun menyelam, di kedalaman 20 meter, suasana bahkan lebih ramai. Saya bertemu dengan banyak penyelam dari berbagai bangsa. 

Demikianlah, situasi Teluk Penida setiap hari. Ini zona selam internasional yang setiap hari dikunjungi ratusan wisatawan selam dari berbagai bangsa. “Waktu paling ramai Juli – Agustus. Selain karena musim liburan, juga musim Mola-mola,” ujar Nyoman Wisana, master selam yang menemani saya menyelam pagi itu. Mola-mola adalah salah satu ikan langka yang paling bikin penasaran penyelam di Crystal Bay. Sejak dulu, ikan unik ini memang kerap muncul di Crystal Bay. Biasanya, kehadirannya ditandai dengan suhu perairan yang tiba-tiba turun hingga dibawah 20 Celcuis. Tapi, tidak gampang juga menemuinya. Kadang muncul, kadang ditunggui berhari-hari pun tidak mau menampakkan diri. Seperti juga hari itu, saya juga tidak ditemui. Beberapa kali menyelam disini, belum pernah bertemu.