![]() |
| (Kecelakaan kapal fery KM Putri Yasmin di Selat Lombok, Agustus 2026 | Foto: istimewa) |
Jakarta, 20 Agustus 2026 – Meski merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, dan telah merdeka 81 tahun, Indonesia masih tercatat sebagai negara dengan transportasi laut paling buruk di dunia. Data terbaru dari Basarnas, ada lebih 601 kecelakaan kapal yang telah terjadi antara Januari hingga 15 Agustus 2026.
Meningkat tajam dari tahun lalu, di mana sepanjang 2025
terjadi 450 kecelakaan kapal.
"Berdasar
hasil operasi, terhitung mulai Januari sampai 15 Agustus 2026, kami mencatat
ada 601 kali operasi SAR yang telah dilaksanakan," ujar M Syafi'i, Kepala
Basarnas, dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Rabu, 19 Agustus 2026, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta.
Papar
Syafi’i, dari jumlah itu, terdapat 3.607 orang korban kecelakaan kapal, dengan
rincian 3.165 orang berhasil dievakuasi selamat, 239 orang meninggal, dan 203 orang
berstatus hilang.
Berbagai
macam bentuk kecelakaan kapal yang didata Basarnas.
Man over board (awak kapal atau penumpang jatuh ke laut): 178 kasus
Kapal mati mesin: 103 kasus
Kapal hilang kontak: 92 kasus
Kapal tenggelam: 63 kasus
Kapal terbalik: 52 kasus
Medevac (evakuasi medis): 52 kasus
Kapal terbakar: 15 kasus
Kapal kandas: 13 kasus
Kapal tubrukan: 12 kasus
Kapal bocor: 12 kasus
Kapal hanyut: 6 kasus
Kapal kerusakan konstruksi: 2 kasus
Kapal miring: 1 kasus
Terburuk
di Dunia
Data dari Worldwide Ferry Safety mencatat,
bahwa Bangladesh, Indonesia, dan Filipina merupakan tiga negara dengan angka
kecelakaan kapal fery terbesar di dunia.
Bahkan
angka kecelakaan ferry dari ketiga negara ini jika digabung, mencatat hampir 50
persen jumlah kecelakaan fery di dunia setiap tahun.
Indonesia
sejak lama selalu menempati peringkat teratas di antara negara-negara dengan
kinerja keselamatan maritim terburuk di dunia.
Berdasarkan laporan Allianz
Safety and Shipping Review, Indonesia berada di
jajaran teratas negara dengan jumlah kerugian atau kecelakaan kapal tertinggi
secara global.
Meskipun begitu, laporan-laporan itu belum mendorong
kinerja perbaikin industri transportasi laut di Indonesia.
Data tahun lalu saja, dari 450 jumlah kecelakaan kapal
selama setahun, hanya ada 8 kasus dimana KNKT turun tangan melakukan
investigasi dan verifikasi penyebabnya. ***
Editor: Tim Redaksi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar