Kamis, 20 Agustus 2026

Lebih 600 Kecelakaan Kapal di Indonesia dalam 7 Bulan Terakhir, Nomor 2 Terburuk di Dunia

(Kecelakaan kapal fery KM Putri Yasmin di Selat Lombok, Agustus 2026 | Foto: istimewa)

Jakarta, 20 Agustus 2026
– Meski merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, dan telah merdeka 81 tahun, Indonesia masih tercatat sebagai negara dengan transportasi laut paling buruk di dunia. Data terbaru dari Basarnas, ada lebih 601 kecelakaan kapal yang telah terjadi antara Januari hingga 15 Agustus 2026.

Meningkat tajam dari tahun lalu, di mana sepanjang 2025 terjadi 450 kecelakaan kapal.

"Berdasar hasil operasi, terhitung mulai Januari sampai 15 Agustus 2026, kami mencatat ada 601 kali operasi SAR yang telah dilaksanakan," ujar M Syafi'i, Kepala Basarnas, dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Rabu, 19 Agustus 2026, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta.

Papar Syafi’i, dari jumlah itu, terdapat 3.607 orang korban kecelakaan kapal, dengan rincian 3.165 orang berhasil dievakuasi selamat, 239 orang meninggal, dan 203 orang berstatus hilang.

Berbagai macam bentuk kecelakaan kapal yang didata Basarnas.
Man over board (awak kapal atau penumpang jatuh ke laut): 178 kasus
Kapal mati mesin: 103 kasus
Kapal hilang kontak: 92 kasus
Kapal tenggelam: 63 kasus
Kapal terbalik: 52 kasus
Medevac (evakuasi medis): 52 kasus
Kapal terbakar: 15 kasus
Kapal kandas: 13 kasus
Kapal tubrukan: 12 kasus
Kapal bocor: 12 kasus
Kapal hanyut: 6 kasus
Kapal kerusakan konstruksi: 2 kasus
Kapal miring: 1 kasus

Terburuk di Dunia
Data dari Worldwide Ferry Safety mencatat, bahwa Bangladesh, Indonesia, dan Filipina merupakan tiga negara dengan angka kecelakaan kapal fery terbesar di dunia.

Bahkan angka kecelakaan ferry dari ketiga negara ini jika digabung, mencatat hampir 50 persen jumlah kecelakaan fery di dunia setiap tahun.

Indonesia sejak lama selalu menempati peringkat teratas di antara negara-negara dengan kinerja keselamatan maritim terburuk di dunia.

Berdasarkan laporan Allianz Safety and Shipping Review, Indonesia berada di jajaran teratas negara dengan jumlah kerugian atau kecelakaan kapal tertinggi secara global.

Meskipun begitu, laporan-laporan itu belum mendorong kinerja perbaikin industri transportasi laut di Indonesia.

Data tahun lalu saja, dari 450 jumlah kecelakaan kapal selama setahun, hanya ada 8 kasus dimana KNKT turun tangan melakukan investigasi dan verifikasi penyebabnya. ***

Penulis: Wahyuana
Editor: Tim Redaksi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar