Tampilkan postingan dengan label Wakatobi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wakatobi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Oktober 2023

Menyelami Jokowi Point di Wakatobi

SUKASELAM.COM, Wanci – Dihuni terumbu karang subur dan sehat, Jokowi Point merupakan salah satu situs selam paling favorit di Wanci, Pulau Wangi Wangi, Taman Nasional Laut Wakatobi. 

Di dalam database Menyelami Indonesia Peta dan Data Situs Selam Kepulauan Nusantara Jilid 3 Kalimantan dan Sulawesi; situs selam ini mendapat rating bintang 5, bintang tertinggi.

Sabtu, 03 April 2021

Wawancara Rudy Wakatobi: Pandemi Bikin Dunia Selam Dorman

Montipora foliosa di Roma, Wakatobi (foto: istimewa)

SUKASELAM.COM, Wangi-wangi – Pandemi tak sepenuhnya membuat dunia selam di Wakatobi meredup. Geliat masih tumbuh dan berkembang. “Hikmah pandemi. Kami jadi lebih banyak waktu untuk eksplorasi menemukan lokasi-lokasi penyelaman baru. Meski tamu sepi, setiap hari kami tetap menyelam untuk eksplorasi. Hasilnya, banyak temuan baru yang bakal lebih seru,” ujar Rudy Wakatobi, dive master dan guide selam dari Rekan Dive Center yang berbasis di Wangi-wangi, Wakatobi.

Hei Rud. Bagaimana situasi dunia selam di Wakatobi selama pandemi? 
Sama seperti di tempat-tempat lain. Tamu langsung drop sejak satu bulan setelah pengumuman pandemi. Tetapi, kini sudah mulai nampak menggeliat. Bulan ini (Maret 2021) sudah ada beberapa turis asing dari Solo dan Yogyakarta datang ke sini menyelam. Mereka ekspatriat yang tinggal di Indonesia selama pandemi. Kalau turis baru belum ada. Wisatawan Nusantara juga belum ada yang datang. Semua akan sangat tergantung pada program vaksinasi. Semoga pada Juli mendatang, turis akan semakin banyak datang.

Rabu, 28 Maret 2018

Penyelam Spearfishing Kostadin Belum Ditemukan

Batumelawang, Ceningan Kawan, Nusa Ceningan
SUKASELAM.COM, Nusa Penida – Sudah lebih sebulan, jasad penyelam spearfishing asal Bulgaria, Kostadin Zdravkov Kanavrov (41 tahun), yang hilang di perairan Batumelawang, Banjar Ceningan Kawan, Desa Lembongan, pulau Nusa Ceningan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, hingga kini belum ditemukan. 

Kostadin hilang di perairan selatan pulau Nusa Ceningan ini pada Kamis (15/2) bulan lalu, ketika menyelam spearfishing bersama temannya Lyben Lovchev (42 tahun), Dancho Hristanov (30 tahun), dan pengemudi jungkung I Ketut Wiarda (30 tahun) warga Desa Lembongan. 

Dikutip dari Balipost (16/2), mereka berangkat dari Lembongan dan tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 07.15 waktu setempat. Setelah menyelam bersama dan mendapat ikan besar, mereka bertiga kembali ke permukaan.

Selasa, 21 Februari 2017

Mengenal Kecelakaan-kecelakaan Selam 2016

Bendera Tanda Ada Penyelaman (Foto: Divein.com)
SUKASELAM.COM, Jakarta – Berikut ini beberapa kecelakaan selam selama 2016. Data ini disarikan berdasarkan peristiwa yang terpublikasi di media massa. 

Dengan data semacam itu, tentu kita tidak tahu peristiwa yang terjadi seakurat mungkin, tetapi hanya berdasarkan laporan para wartawan, yang tentu pengetahuannya tentang dunia selam sangat beragam. 

Namun, kita tetap sangat berterima kasih kepada para wartawan yang telah mau melaporkan insiden-insiden kecelakaan selam, baik yang mengakibatkan korban meninggal atau tidak. Dunia selam harus banyak diliput media. 

Dari data terangkum, kebanyakan kecelakaan selam yang dialami para turis. Sedang data dari penyelam-penyelam Indonesia tidak ada. Semoga memang benar-benar tidak ada ya.  

Desember 2016
Seorang dokter asal Swiss, Bruno Ernst Durrer, 62 tahun, meninggal setelah melakukan penyelaman di Taman Nasional Bunaken, Sulawesi Utara. Penyelam telah menyelesaikan penyelamannya di waktu siang sekitar pukul 11.20 waktu setempat.