![]() |
| (Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo | Foto: Istimewa) |
Tampilkan postingan dengan label Komodo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komodo. Tampilkan semua postingan
Kamis, 09 Juli 2026
Trip Selam Makin Padat, TN Komodo Terapkan Kuota dan Interval Waktu 20-30 Menit
Jumat, 12 Januari 2018
Setelah Sepekan Hilang, Penyelam Ditemukan di Siaba Besar
![]() |
| Situs Selam Mawan, Taman Nasional Komodo |
Dikutip dari
berita Kompas.com (2/1/2018), Koordinator SAR Labuhan Bajo, Edi Suryono, mengatakan
jenazah ditemukan di selatan perairan Pulau Siaba Besar oleh nelayan setempat.
“Setelah
nelayan melaporkan ke kami, kemudian tim gabungan langsung bergerak untuk
mengevakuasi jenazah untuk dibawa ke rumah sakit setempat,” ujar Edi Suryono.
Senin, 24 Juli 2017
CASE CLOSED: Penyelam Singapura Dinyatakan Hilang di Komodo
![]() |
| Operasi SAR Penyelam Rinta Mukkam (Foto: voxntt.com) |
“Sesuai dengan standard kami, operasi SAR
biasanya kami lakukan selama 7 hari. Namun, sesuai dengan permintaan keluarga
korban, kemudian operasi ini diperpanjang 3 hari. Dan hingga hari ke-10 ini,
belum ada hasilnya. Sehingga kami hentikan,” ujar Kepala Basarnas, Mayor
Jendral Heronimus Guru, seperti dikutip dari Strait Times (23/7).
Operasi SAR bisa dibuka kembali, jika
ditemukan tanda-tanda baru, seperti ditemukannya alat selam yang dipakai Rinta,
atau ditemukan perkakas Rinta yang lain.
Pemantauan lapangan tetap dilakukan terus,
bagi siapapun yang menemukan bisa melaporkan ke komunitas selam lokal Labuhan
Bajo, bernama Emergency Komodo.
Sabtu, 15 Juli 2017
Penyelam Singapura Yang Hilang di Komodo Belum Ketemu, Disediakan Hadiah Rp 10 Juta Bagi Nelayan Penemu
![]() |
| Situs selam Castle Rock, lokasi penyelaman Rinta (Foto: Sukaselam.com) |
SUKASELAM.COM, Labuhan Bajo, - Pencarian penyelam asal Singapura,
Rinta Paul Mukkam, 40 tahun, yang hilang di perairan Gili Lawa Laut, Taman
Nasional Komodo, Labuhan Bajo, Manggarai Barat, sejak Kamis (13/7) dua hari
lalu, hingga saat ini Sabtu (15/7) siang, masih belum menunjukkan hasil.
Seluruh kru
SAR Labuhan Bajo, SAR Kupang, aparat kepolisian air setempat, dan komunitas
penyelam di Labuhan Bajo, telah turun semua
dalam proses pencarian ini, namun korban belum ditemukan.
Rinta Paul
Mukkam, menyelam bersama 15 temannya dari Singapura, pada Kamis (13/7) pukul
11.40 siang di situs selam Castle Rock, perairan Gili Lawa Laut, utara Pulau
Komodo.
Penyelaman
dilakukan dalam 4 grup, yang masing-masing didampingi pemandu selam
berpengalaman dari operator selam Seamore Papua.
Namun,
ketika semua penyelam telah kembali ke permukaan laut mengakhiri penyelaman,
Rinta tak nampak muncul-muncul di permukaan laut.
Jumat, 14 Juli 2017
Penyelam Singapura Hilang di Gili Lawa Laut, Komodo
![]() |
| Penyelam Rinta Paul Mukkam (Foto: Facebook Roy Paul Mukkam) |
SUKASELAM.COM, Labuhan Bajo, - Dikutif dari akun
facebook Roy Paul Mukkam, yang tinggal di Singapura, dikabarkan hari Kamis
(13/7) kemarin, seorang penyelam asal Singapura, Rinta Paul Mukkam (40 tahun),
yang merupakan saudara Roy Paul Mukkam, hilang dalam penyelaman di perairan
Gili Lawa Laut, Taman Nasional Komodo, Labuhan Bajo, Manggarai Barat.
Wisawatan
ini turun menyelam bersama 15 orang temannya, tergabung dalam trip
kapal pesiar selam KLM Seamore Papua rute Labuhan Bajo, Pulau Rinca, dan Pulau Komodo.
Senin, 27 Maret 2017
Manakah yang Perlu Dikembangkan, Kapal Pesiar atau Kapal Pesiar Selam?
![]() |
| Kapal pesiar selam atau Phinisi Selam (diving liveaboard) |
Karena tidak
seperti di Italia atau Yunani yang merupakan surganya wisata kapal pesiar. Lautan Indonesia, seperti juga lautan tropis di negara-negara lain, menawarkan lebih
banyak variasi wisata kapal pesiar. Laut di perairan tropis ditumbuhi karang,
yang menjadi obyek penting wisata selam (scuba
diving, freediving, snorkeling). Sehingga, selain wisata kapal pesiar,
lautan tropis juga menawarkan wisata kapal pesiar selam.
Namun, apa
yang membedakan wisata kapal pesiar selam di Indonesia dengan wisata kapal
pesiar selam di negara-negara tropis lain. Seperti di Filipina, Thailand,
Malaysia, Maladewa, Karibia, Laut Merah, dan lain-lain. Jika di negara-negara
lain kapal pesiar selam berupa yatch modern, kapal pesiar selam di Indonesia
berupa kapal-kapal phinisi yang berbasis pada kultur maritim masyarakat
Indonesia sendiri. Atau yang biasa disebut Phinisi Selam (PS).
Selasa, 21 Februari 2017
Mengenal Kecelakaan-kecelakaan Selam 2016
![]() |
| Bendera Tanda Ada Penyelaman (Foto: Divein.com) |
Dengan data
semacam itu, tentu kita tidak tahu peristiwa yang terjadi seakurat mungkin,
tetapi hanya berdasarkan laporan para wartawan, yang tentu pengetahuannya
tentang dunia selam sangat beragam.
Namun, kita
tetap sangat berterima kasih kepada para wartawan yang telah mau melaporkan
insiden-insiden kecelakaan selam, baik yang mengakibatkan korban meninggal atau
tidak. Dunia selam harus banyak diliput media.
Dari data
terangkum, kebanyakan kecelakaan selam yang dialami para turis. Sedang data
dari penyelam-penyelam Indonesia tidak ada. Semoga memang benar-benar tidak ada
ya.
Desember 2016
Seorang dokter
asal Swiss, Bruno Ernst Durrer, 62 tahun, meninggal setelah melakukan
penyelaman di Taman Nasional Bunaken, Sulawesi Utara. Penyelam telah
menyelesaikan penyelamannya di waktu siang sekitar pukul 11.20 waktu setempat.
Langganan:
Postingan (Atom)






