Tampilkan postingan dengan label Bali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bali. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 September 2026

Penyelam Malaysia Meninggal di Crystal Bay

(Lokasi Crystal Bay, Nusa Penida | Peta : Sukaselam)

Nusa Penida, 17 September 2026
– Seorang penyelam asal Malaysia, Siti Nuraini (Perempuan, 39 tahun), mengalami kecelakaan selam di situs selam Crystal Bay, Rabu (16 September 2026).

Selasa, 26 Agustus 2025

Penyelam Belanda Meninggal di Turtle City Pulau Siaba Besar

Turtle City di Pulau Siaba Besar

SUKASELAM.COM, Labuan Bajo
- Penyelam asal Belanda, Gilles Van Bell, meninggal dunia ketika melakukan penyelaman di situs selam Turtle City, Pulau Siaba Besar, TN Komodo, Labuan Bajo, Minggu (24/8).

Kamis, 11 Januari 2024

Heboh, Di Bali Kini Penyelam Asing Dikenai Pungutan Rp 100 Ribu Untuk Scuba Diving

SUKASELAM.COM, Nusa Penida - Scuba diving dan snorkeling di Bali, kini tidak lagi gampang dan murah.

Dalam enam bulan terakhir ini, muncul kembali berbagai macam pungutan, baik bagi penyelam asing maupun bagi para penyelam domestik. 

Rabu, 25 Oktober 2023

Tulamben Drop Off Terumbu Karang Hingga Lebih 60 Meter

SUKASELAM.COM, Tulamben – Sekelompok penyelam baru-baru ini menyelam hingga kedalaman 100 meter di situs Tulamben Drop Off, Tulamben, Bali.

Apa yang menakjubkan dari situs ini? 

Dari video yang mereka ambil, terlihat bahwa terumbu karang tepi subur dapat ditemui hingga kedalaman pada lebih 60 meter. 

Rabu, 06 November 2019

Penyelam Hilang di Buyuk, Nusa Penida; Diduga Kehabisan Udara Dalam Tabung

Pencarian Penyelam di Nusa Penida Hingga Hari Ke-5 (Foto: Balipost)
SUKASELAM.COM, Nusa Penida – Seorang penyelam asal Sumbawa Barat, hilang dalam penyelaman di sekitar situs selam Buyuk, Nusa Penida, Klungkung, Bali, Jumat, 1 Nopember 2019. 

Dirangkum dari pemberitaan media massa setempat, penyelam bernama Muhammad Tohir (20 tahun) itu, menyelam bersama temannya Daim (22 tahun), pada Jumat siang pukul 10.00 waktu setempat, dengan tujuan untuk mencari karang akar bahar (Antiphates sp). 

Mereka berdua menyelam dengan menggunakan satu tabung udara, tabung dibawa oleh Daim. 

Turun di sekitar situs selam Buyuk, salah satu situs selam paling populer di pulau Nusa Penida, tepatnya di sekitar Semaya One Beach Water Sport. 

Jumat, 09 November 2018

Penyelam ‘Technical Diving’ Hilang di Pemuteran

Operasi SAR Buleleng (Foto: balipost)
SUKASELAM.ID, Bali – Sudah lebih dari satu bulan, penyelam ‘technical diving,’ Bernd Klaus Watzinger (62 tahun), warga Jerman di Bali, yang hilang di Teluk Pemuteran, Gerokgak, Buleleng, Bali, belum ditemukan.

Penyelam senior yang mengantongi sertifikat instruktur ‘technical diving’ ini hilang dalam penyelaman seorang diri di sekitar situs Canyon Wreck, Takat Jaran, Teluk Pemuteran, pada 30 September 2018 lalu. 

Menurut berita dari berbagai media massa setempat, Bernd Klaus diketahui turun menyelam seorang diri dengan membawa water scooter dan 4 buah tabung selam. 

Korban yang sudah memiliki banyak pengalaman melakukan penyelaman laut dalam ini, diduga melakukan penyelaman hingga kedalaman 100 meter lebih.

Korban turun ke laut sekitar pukul 09.00 waktu setempat, namun ditunggu hingga sekitar pukul 13.00 tidak juga menampakkan diri kembali ke permukaan laut, sehingga membuat warga setempat kemudian melaporkan ke Polsek Gerokgak.

Senin, 28 Mei 2018

10 Pertanyaan Bersama Nicky Wirawan, Guide Selam Spesialis Mola-mola

Mola-mola di Crystal Bay (Foto: Nicky Wirawan)
SUKASELAM.COM, Bali - Siapa yang tak kenal Nicky Wirawan. Raut bulat wajahnya sering kita temui di pameran-pameran diving, biasanya di stand Kabupaten Badung, atau stand Provinsi Bali. Atau di stand Indonesia, kalau sedang ikut pameran di luar negeri. Selain itu, dia dikenal semacam pawang Mola-mola. Begitu gampangnya dia menyelam menemui Mola-mola yang langka itu, sementara penyelam lain kadang bahkan sudah menyelam di Crystal Bay, Nusa Penida, berhari-hari pun tak juga bertemu Mola-mola. Belakangan ini ia tak cuma makin eksis sebagai guide selam di perairan Bali saja, tapi juga di kawasan Raja Ampat. Good job, Bli.

Apa sih Bli, rahasia kamu gampang ketemu Mola-mola di Crystal Bay, sementara orang lain sulit?
Hahaha. Engga ada. Itu soal timing saja. Kalau orang lagi rame turun, kita engga turun. Kalau orang sudah mulai naik, kita baru turun. Sebetulnya semua penyelam mempunyai kesempatan yang sama, peluang yang sama, di waktu dan jam yang sama. Tapi kalau dikeroyok, ya dia akan kabur. Memang sih, kadang juga meski timingnya sudah tepat, ia juga kadang engga mau muncul. Tapi itu jarang.

Minggu, 17 September 2017

Penyelam Dokter Terkena Dekompresi Sickness di Blue Lagoon

Keindahan terumbu karang Blue Lagoon, Padang Bai (Foto; youtube)
SUKASELAM.COM, Padang Bai – Seorang penyelam berprofesi dokter asal Singapura, dr Wong Yu Yi (48 tahun), mengalami kecelakaan selam di situs Blue Lagoon, Padang Bai, Bali, pada Rabu pagi (6 September 2017). Wong menyelam dalam grup bersama beberapa temannya dari Singapura, pada Rabu pagi, pukul 09.12 waktu setempat. 

Ketika sampai di kedalaman sekitar 20 meter, tiba-tiba dia memberi tanda kepada pemandu selamnya meminta bantuan dan kemudian naik kembali keatas permukaan laut. 

Setelah sampai di permukaan dia tak sadarkan diri.

“Dia telah diberi bantuan CPR (cardiopulmonary resuscitation/bantuan nafas buatan red.) beberapa saat, namun tak kunjung membuatnya sadar kembali,” ujar dr Peng Yeong Pin, suami korban yang juga berprofesi sebagai dokter, memberi penjelasan, seperti dikutip dari Strait Times. 

Korban kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat, dan meninggal ketika dalam perjalanan.

Hasil otopsi, menurut dokter Peng, menunjukkan dia mengalami decompreesion sicknes.

Penyelam Spearfishing Tewas di Nusa Penida

Kawasan Nusa Batu Meling, Nusa Penida bagian selatan (Foto: metrobali.com)
SUKASELAM.COM, Nusa Penida – Penyelam spearfishing, Nicholas Reg (32 tahun), yang hilang sewaktu melakukan aktivitas spearfishing di perairan Pantai Batu Bolong, atau dikenal juga sebagai pantai Pasih Uug, atau Broken Beach, di Desa Sakti, Nusa Penida, pada Rabu (30 Agustus 2017), akhirnya ditemukan jasadnya sehari sesudahnya, pada Kamis (31 Agutus 2017), di sekitar perairan Nusa Batu Melawang, Desa Batumadeg, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung (depan situs Manta Point 1).

Tim SAR Denpasar, menemukan jasadnya di kedalaman sekitar 50 meter. 

Setelah melakukan penyisiran di sepanjang pantai selatan Nusa Penida dengan mengerahkan 3 speedboat, helikopter, dan melakukan penyelaman-penyelaman di sekitar lokasi penyelaman. 

Nicholas Reg, warga Sanur, Denpasar, menurut pengakuan temannya Kupit, melakukan penyelaman spearfishing pada Rabu sore, pukul 16.20 waktu setempat, di Pantai Batu Bolong. 

Ketika menyelam hingga kedalaman sekitar 20 meter, dan berhasil menembak ikan sasarannya, tiba-tiba badannya terseret kedalam seperti terseret tarikan ikan. 

Kupit kemudian meminta tolong kepada orang-orang sekitar, dan setelah dilakukan penyelaman hingga kedalaman 40 meter, tak ditemukan sosoknya. 

Hanya ditemukan alat spearfishing dan tali yang mengapung dan tersangkut di gundukan karang.

Rabu, 26 Juli 2017

[VIDEO] - Boga Wreck Destinasi Baru Freediver


Boga Wreck (Foto: Dailymail.co.uk)
SUKASELAM.COM, Tulamben – Setelah bulan Februari 2017 lalu, freediver juara dunia asal Selandia Baru, William Trubridge, memamerkan videonya sedang mengeksplorasi Manta Point, Nusa Penida, dan Liberty Wreck, Tulemben, Bali. 

Giliran Juni 2017 lalu, freediver rangking 6 dunia asal Australia, Adam Sterm, mempublikasikan video-nya sedang mengeksplorasinya Boga Wreck, Tulamben, dan Manta Point, Nusa Penida. 

Yang eksklusif dari ekspedisi Adam Sterm ini, yakni ekslorasi Boga Wreck. 

Wreck buatan ini, belum banyak diselami oleh para penyelam tabung (scuba diver) maupun para freediver. Sehingga relatif belum populer di kalangan penyelam Indonesia maupun asing. 

Padahal, letaknya tak jauh dari Liberty Wreck, sekitar 5 kilometer di utara Liberty Wreck. Atau tepatnya di depan pantai Desa Kubu, Kecamatan Kubu, Karangasem. 

Boga wreck merupakan bekas kapal kargo yang sengaja ditenggelamkan di depan Pantai Kubu, untuk membuat situs selam wreck baru. 

Biasa menjadi alternatif penyelaman jika Liberty wreck terlalu ramai dan sibuk dengan para penyelam. 

Sebuah bangkai kapal kargo yang cukup besar, panjang sekitar 50 meter. 

Terlentang sekitar 200 meter di depan Pantai Kubu. Bagian haluan di kedalaman 14 meter, dan bagian buritan di kedalaman 34 meter. 

Sangat ideal untuk penggemar freediving. Berbeda dengan Liberty Wreck yang badan kapalnya terbagi dalam 3 bagian, Boga Wreck ini dalam keadaan utuh seluruh badan kapal. 

Selasa, 14 Maret 2017

[VIDEO] - Aksi Freediver William Trubridge di Manta Point dan Liberty Wreck, dan Ajakan Peduli Sampah Plastik

William Truridge di Bali (Foto: Youtube.com)
SUKASELAM.COM, Bali -  Freediver juara dunia asal Selandia Baru, William Trubridge, 36 tahun, baru-baru ini mempublikasikan 2 videonya di Youtube, sedang mengeksplorasi situs Manta Point, Nusa Penida, dan Liberty Wreck, Tulamben, Bali. 

Berikut ini, cuplikan kedua video itu. Yang memperlihatkan ketenangan, ketrampilan, eksplorasi, dan keindahan teknik freediving. Tak sekalipun, dia nampak mengganggu obyek-obyek selam. Persis seperti ikan. Dia juga mengunjungi lokasi-lokasi diving lain di Bali. 

Manta Point terletak di Nusa Penida. Arus menjadi salah satu tantangan penyelaman disini, baik arus di permukaan, arus di dalam, maupun arus yang terbentuk dari hempasan ombak yang mengenai tebing-tebing karang di sekitar lokasi. Jarang-jarang ada freediver turun disini.

Selasa, 21 Februari 2017

Snorkeler Rusia Hilang di Padang Bai, Bali

SAR Bali dalam Pencarian (Foto: Basarnas.co.id)
SUKASELAM.COM, Bali – Seorang wisatawan berkebangsaan Rusia, Sergey (45 tahun), hilang saat melakukan snorkeling di Pantai Bias Tugel, Banjar Mimba, Padang Bai, Manggis, Karangasem, Bali, Kamis (9/2). 

Daria (27 tahun), istri korban, melaporkan, mereka berdua bersama anaknya datang untuk berwisata menikmati indahnya Pantai Bias Tugel. 

Sekitar sore pukul 15.00 waktu setempat Sergey kemudian melakukan snorkeling sendirian di sekitar pantai, namun hingga pukul 17.00 belum juga kembali, sehingga Daria kemudian melaporkan hilang kepada pos polisi setempat. 
Tim SAR Klungkung, Satuan Polisi Air Polres Karangasem, dan BPBD Karangasem, kemudian masing-masing menurunkan timnya untuk melakukan pencarian dari Pantai Klotok hingga Pantai Ujung, Karangasem. Dan sebuah helikopter SAR Bali membantu melakukan penyisiran pantai hingga Sanur.