Tampilkan postingan dengan label Snorkeling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Snorkeling. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Juli 2026

Dua Snorkeler China Tenggelam di Pulau Kelor

(Evakuasi korban kecelakaan selam di Pulau Kelor, Rabu (15/7) | Foto: Dok Basarnas Labuan Bajo)
Labuan Bajo, SUKASELAM.COM – Dua wisatawan asal China, pasangan suami istri Guo Xingyou (29 tahun, perempuan) dan Sha Gingyang (30 tahun, laki-laki), ditemukan meninggal di perairan Pulau Kelor, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Rabu siang (15 Juli 2026).

Rabu, 15 April 2026

Penyelam Ditemukan Meninggal di Gili Air

Ilustrasi by Alamy.com
SUKASELAM.COM, Gili Air – Kasus kecelakaan selam terbaru ditemukan di perairan Gili Air, Gili Indah, Pemenang, Lombok Utara, NTB.

Seorang penyelam asal Inggris, Robert Peter (46 tahun), ditemukan telah meninggal di kedalaman 12 meter di perairan pulau Gili Air oleh tim SAR dari Kantor SAR Mataram, pada Selasa (24/3) sore.

Dikutip dari SuaraNTB, Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi mengatakan, kantornya mendapatkan laporan dari masyarakat tentang hilangnya seorang penyelam di perairan Gili Air pada Selasa siang.

Laporan tersebut segera ditindaklanjuti dengan mengirimkan tim SAR untuk melakukan pencarian.

Hingga korban kemudian ditemukan kurang dari 2 jam setelah proses pencarian berjalan.

Rabu, 27 Maret 2024

Di Zona Arlindo Hanya Perlu 4 Tahun Untuk Restorasi Terumbu Karang

(Bontosua Coral Garden. Foto: Dok SHEBA)
SUKASELAM.COM, Jakarta - Tiga peneliti terumbu karang dari Universitar Exeter, Universitas Lancaster, dan IPB University, baru-baru ini menulis di The Conversation tentang hasil penelitian mereka di Bontosua Coral Garden. 

Senin, 25 Maret 2024

5 Situs Selam Alami Coral Bleaching

(Pemutihan Terumbu Karang. Foto: Istimewa)
SUKASELAM.COM, Jakarta - Terumbu karang pada 5 situs selam populer di Indonesia saat ini ditengarai mengalami pemutihan karang (coral bleaching). 

Sebagai dampak dari peningkatan suhu laut global dalam beberapa bulan terakhir. Lima situs selam tersebut adalah.

Senin, 30 Oktober 2023

20 Situs Selam Paling Sibuk di Kepulauan Seribu

SUKASELAM.COM, Jakarta – Satu-satunya taman nasional di dunia yang terletak di ibukota negara, Taman Nasional Kepulauan Seribu merupakan destinasi selam paling populer di Indonesia.

Ribuan pengunjung, snorkeler, freediver, dan penyelam mendatangi Kepulauan Seribu pada setiap akhir pekan. 

Rabu, 25 Oktober 2023

Tulamben Drop Off Terumbu Karang Hingga Lebih 60 Meter

SUKASELAM.COM, Tulamben – Sekelompok penyelam baru-baru ini menyelam hingga kedalaman 100 meter di situs Tulamben Drop Off, Tulamben, Bali.

Apa yang menakjubkan dari situs ini? 

Dari video yang mereka ambil, terlihat bahwa terumbu karang tepi subur dapat ditemui hingga kedalaman pada lebih 60 meter. 

Jumat, 20 Oktober 2023

30 Situs Selam Paling Sibuk Pasca Pandemi

SUKASELAM.COM, Jakarta – Dunia bawah laut telah kembali ramai dikunjungi penyelam, pasca berakhirnya status pandemi Covid 19 pada akhir tahun lalu. 

Bali, Gili Trawangan, Komodo, Bunaken, Kepulauan Seribu, Raja Ampat dan Wakatobi, kini telah kembali sibuk dengan kehadiran rombongan para penyelam. 

Jumat, 06 Oktober 2023

Menyelami Jokowi Point di Wakatobi

SUKASELAM.COM, Wanci – Dihuni terumbu karang subur dan sehat, Jokowi Point merupakan salah satu situs selam paling favorit di Wanci, Pulau Wangi Wangi, Taman Nasional Laut Wakatobi. 

Di dalam database Menyelami Indonesia Peta dan Data Situs Selam Kepulauan Nusantara Jilid 3 Kalimantan dan Sulawesi; situs selam ini mendapat rating bintang 5, bintang tertinggi.

Senin, 11 November 2019

Satu Penyelam Hilang Ditemukan di Perairan Bengkunat, Lampung Barat

Jasad Penyelam Yang Ditemukan di Perairan Bengkunat, Lampung Barat (Foto: Inews)
SUKASELAM.COM, Jakarta – Kabar gembira. Setelah 9 hari operasi pencarian SAR, jasad salah satu dari 3 penyelam yang hilang di situs selam Berlin Wall, Pulau Sangiang, Serang, Banten, akhirnya ditemukan terapung di perairan pantai Desa Bengkunat, Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Lampung Barat, pada Senin, 11 Nopember 2019, pagi. 

Jasad yang ditemukan itu masih lengkap memakai semua peralatan selam. 

Diduga merupakan jasad dari Qin Xue Tao (L) warganegara China, yang bekerja sebagai manajer operasional perusahaan produsen motor Wuling (PT SGMW Motor Indonesia).  

Informasi dari tim Basarnas Banten, jasad penyelam itu pertama kali ditemukan oleh warga nelayan setempat, yakni Ciliang dan Andar, pada Senin pagi, pukul 06.15 WIB. 

Posisi jasad sekitar 8 mil, atau sekitar 12,5 kilometer, di lepas Pantai Kotodjawa. 

7 Kapal, 4 Helikopter, Drone ROV dan Penyelam Militer Dikerahkan di Sangiang; Operasi SAR Terbesar

Penyelaman dalam Operasi Sar untuk Mencari 3 Penyelam Hilang di Pulau Sangiang (Foto: Analisadaily)

SUKASELAM.COM, Jakarta – Dalam catatan Sukaselam, operasi sar terhadap 3 penyelam warganegara China dan Singapura yang hilang di situs selam Berlin Wall, Pulau Sangiang, Banten, sejak akhir pekan lalu, Minggu (3/11), hingga hari ini Senin (11/11), adalah operasi sar terbesar untuk mencari penyelam yang hilang dalam penyelaman rekreasi.  


Tak kurang 7 kapal dilibatkan dalam operasi ini (diantaranya Kapal Tamposo, Kapal Badak, dan Kapal Sangiang milik Marinir TNI Angkatan Laut; Kapan Sar Drupada dan Basudewa milik Basarnas Banten; dan Kapal 1007 dan Kapal 1019 milik Polairud Polda Banten), 4 helikopter (1 helikopter bantuan Mabes Polri, 1 helikopter Basarnas Banten, dan 2 helikopter sewaan sumbangan dari keluarga korban), 6 penyelam militer dari Tim Intai Amfibi (Taifid) Marinir TNI AL, 10 penyelam Basarnas Banten, drone bawah laut (ROV/Remoted Operated Vehicle) milik Polairud Polda Banten, 1 mobile hiperbaric chamber milik Marinir TNI AL, dan lebih 150 personil dan berbagai unit rescue di Banten terlibat dalam pencarian massal dan masif. 

Pencarian 3 Penyelam Hilang di Sangiang Diperpanjang 3 Hari


Operasi Sar Mencari 3 Penyelam China Yang Hilang di Pulau Sangiang (Foto: Kompas)
SUKASELAM.COM, Jakarta -  Hingga hari ke-7, Sabtu (9/12), proses pencarian 3 penyelam asal China dan Singapura, yang hilang terseret arus dalam di sekitar situs selam Berlin Wall, Pulau Sangiang, Serang Banten, belum menampakkan hasil. 

“Berdasarkan izin Basarnas (pusat), bahwa operasi SAR akan kami perpanjang tiga hari ke depan sampai tanggal 12 November. Setelah itu kita lakukan evaluasi lagi. Bahwa tim SAR terus semangat untuk menemukan para penyelam,” ujar Kepala Basarnas Banten, Zaenal Arifin, kepada media, di posko operasi SAR, di Pelabuhan Merak, Banten, Sabtu (9/11). 

Sesuai standard operasi SAR dari Basarnas Indonesia, operasi sar dilakukan sejak hari pertama laporan kehilangan diterima, Minggu (3/11), hingga 7 hari kedepan, Sabtu (9/11). 

Jika para korban belum ditemukan, maka operasi sar akan dievaluasi untuk diperpanjang atau tidak.
Kini, operasi sar itu diperpanjang 3 hari lagi, hingga Selasa, 12 Nopember 2019. 

Hadiah 1,5 M Bagi Siapa Saja Penemu 3 Penyelam Hilang Di Berlin Wall

Polairud Polda Banten Dalam Operasi Sar di Pulau Sangiang (Foto: Okezonenews)
SUKASELAM.COM, Jakarta – Dua keluarga 3 penyelam yang hilang di sekitar situs selam Berlin Wall, Pulau Sangiang, Serang, Banten, pada Minggu, 3 Nopember 2019; menjanjikan hadiah sekira Rp 100 ribu dollar Amerika Serikat (sekira Rp 1,5 miliar) kepada siapa saja yang berhasil menemukan keberadaan 3 penyelam naas tersebut. 

Seperti diketahui dari 7 wisatawan penyelam asal China dan Singapura yang menyelam di sekitar Berlin Wall, Pulau Sangiang pada Minggu (3/12) lalu, ada 3 penyelam yang mengalami kecelakaan hilang akibat terkena arus dalam, mereka adalah Qin Xue Tao (warganegara China), Tian Yu (warganegara China), dan Wan Bing Yang (warganegara Singapura). 

Dikutip dari pemberitaan berbagai media, Chelsea, wakil keluarga Tian Yu, pada Senin, 4 Nopember 2019, telah mengumumkan ke publik melalui media sosial dan wawancara dengan media, yang menjanjikan hadiah 50 dollar Amerika Serikat (sekira Rp 750 juta) kepada siapa saja yang berhasil menemukan Tian Yu.
Penyelam warganegara China yang bekerja untuk sebuah perusahaan penambangan nikel di Morowali itu, berumur sekira 42 tahun, dan telah cukup berpengalaman dalam penyelaman. 

Rabu, 28 Maret 2018

Penyelam Spearfishing Kostadin Belum Ditemukan

Batumelawang, Ceningan Kawan, Nusa Ceningan
SUKASELAM.COM, Nusa Penida – Sudah lebih sebulan, jasad penyelam spearfishing asal Bulgaria, Kostadin Zdravkov Kanavrov (41 tahun), yang hilang di perairan Batumelawang, Banjar Ceningan Kawan, Desa Lembongan, pulau Nusa Ceningan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, hingga kini belum ditemukan. 

Kostadin hilang di perairan selatan pulau Nusa Ceningan ini pada Kamis (15/2) bulan lalu, ketika menyelam spearfishing bersama temannya Lyben Lovchev (42 tahun), Dancho Hristanov (30 tahun), dan pengemudi jungkung I Ketut Wiarda (30 tahun) warga Desa Lembongan. 

Dikutip dari Balipost (16/2), mereka berangkat dari Lembongan dan tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 07.15 waktu setempat. Setelah menyelam bersama dan mendapat ikan besar, mereka bertiga kembali ke permukaan.

Senin, 27 Maret 2017

Manakah yang Perlu Dikembangkan, Kapal Pesiar atau Kapal Pesiar Selam?


Kapal pesiar selam atau Phinisi Selam (diving liveaboard)
SUKASELAM.COM, Jakarta – Dari kecelakaan kapal pesiar MV Caledonia Sky yang kandas dan merusak terumbu karang luas di perairan Cape KRI, Raja Ampat, awal bulan ini. Kini, menjadi pertanyaan, manakah yang lebih patut dikembangkan oleh dunia pariwisata laut di Indonesia? Wisata kapal pesiar (cruise ship) atau kapal pesiar selam (diving liveaboard).

Karena tidak seperti di Italia atau Yunani yang merupakan surganya wisata kapal pesiar. Lautan Indonesia, seperti juga lautan tropis di negara-negara lain, menawarkan lebih banyak variasi wisata kapal pesiar. Laut di perairan tropis ditumbuhi karang, yang menjadi obyek penting wisata selam (scuba diving, freediving, snorkeling). Sehingga, selain wisata kapal pesiar, lautan tropis juga menawarkan wisata kapal pesiar selam.

Namun, apa yang membedakan wisata kapal pesiar selam di Indonesia dengan wisata kapal pesiar selam di negara-negara tropis lain. Seperti di Filipina, Thailand, Malaysia, Maladewa, Karibia, Laut Merah, dan lain-lain. Jika di negara-negara lain kapal pesiar selam berupa yatch modern, kapal pesiar selam di Indonesia berupa kapal-kapal phinisi yang berbasis pada kultur maritim masyarakat Indonesia sendiri. Atau yang biasa disebut Phinisi Selam (PS).

Selasa, 21 Februari 2017

Snorkeler Rusia Hilang di Padang Bai, Bali

SAR Bali dalam Pencarian (Foto: Basarnas.co.id)
SUKASELAM.COM, Bali – Seorang wisatawan berkebangsaan Rusia, Sergey (45 tahun), hilang saat melakukan snorkeling di Pantai Bias Tugel, Banjar Mimba, Padang Bai, Manggis, Karangasem, Bali, Kamis (9/2). 

Daria (27 tahun), istri korban, melaporkan, mereka berdua bersama anaknya datang untuk berwisata menikmati indahnya Pantai Bias Tugel. 

Sekitar sore pukul 15.00 waktu setempat Sergey kemudian melakukan snorkeling sendirian di sekitar pantai, namun hingga pukul 17.00 belum juga kembali, sehingga Daria kemudian melaporkan hilang kepada pos polisi setempat. 
Tim SAR Klungkung, Satuan Polisi Air Polres Karangasem, dan BPBD Karangasem, kemudian masing-masing menurunkan timnya untuk melakukan pencarian dari Pantai Klotok hingga Pantai Ujung, Karangasem. Dan sebuah helikopter SAR Bali membantu melakukan penyisiran pantai hingga Sanur. 

Tongkeng Drift, Situs Ekstrem di Kepulauan Seribu

Dermaga Tongkeng (Foto: Nanidjabar.blogspot.co.id)
SUKASELAM.COM, Jakarta - Belum banyak penyelam Jakarta yang mengunjungi lokasi ini. 

Tapi kalau kamu ingin merasakan sensasi menyelam bersama arus (drift dive) yang benar-benar menguji nyali di Kepuluan Seribu, disinilah lokasi terbaiknya. 

Situs ini terletak di Pulau Tongkeng atau Pulau Petongkengan, sekitar 40 menit dengan perahu motor dari Dermaga Pramuka, atau dari Dermaga Pulau Putri. 

Sebuah pulau kecil. Ada resort kecil di dalamnya, tapi tak ramai menerima tamu. Nah, pulau ini bertetangga dengan Pulau Melintang Kecil. Tepat di depan dermaga utama Pulau Tongkeng itu, ada Pulau Melintang Kecil (nampak di gambar). Keduanya dipisahkan selat selebar sekitar 500 – 600 meter.