Tampilkan postingan dengan label Situs Selam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Situs Selam. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juli 2026

Anak Krakatau dan Karangetang Kembali Produktif Suburkan Terumbu Karang

(Gunung Karangetang, Pulau Siau, Sitaro, Minggu 12 Juli 2026 | Foto: BPBD Siau)

Serang, SUKASELAM.COM
– Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Lampung, dilaporkan kembali aktif mengeluarkan semburan lava panas (erupsi), pada Minggu 12 Juli 2026 siang.

Jumat, 20 Oktober 2023

30 Situs Selam Paling Sibuk Pasca Pandemi

SUKASELAM.COM, Jakarta – Dunia bawah laut telah kembali ramai dikunjungi penyelam, pasca berakhirnya status pandemi Covid 19 pada akhir tahun lalu. 

Bali, Gili Trawangan, Komodo, Bunaken, Kepulauan Seribu, Raja Ampat dan Wakatobi, kini telah kembali sibuk dengan kehadiran rombongan para penyelam. 

Rabu, 06 Februari 2019

Zona Arlindo, Surga Wisata Selam Unggulan Indonesia

Peta Selam Indonesia (Sukaselam, 2014)
SUKASELAM.COM, Jakarta, - Pagi belum menunjuk pukul 09.00, ketika saya sampai di situs selam Crystal Bay, Nusa Penida, Bali. Setelah 1 jam menempuh perjalanan dengan perahu motor dari Pantai Sanur. Sepagi itu, akhir tahun lalu, situasi di perairan Nusa Penida sudah ramai. Nampak, ada belasan kapal wisata terapung-apung diatas laut, menunggui para tamunya yang sedang menyelami dalamnya Teluk Penida. Ketika saya pun turun menyelam, di kedalaman 20 meter, suasana bahkan lebih ramai. Saya bertemu dengan banyak penyelam dari berbagai bangsa. 

Demikianlah, situasi Teluk Penida setiap hari. Ini zona selam internasional yang setiap hari dikunjungi ratusan wisatawan selam dari berbagai bangsa. “Waktu paling ramai Juli – Agustus. Selain karena musim liburan, juga musim Mola-mola,” ujar Nyoman Wisana, master selam yang menemani saya menyelam pagi itu. Mola-mola adalah salah satu ikan langka yang paling bikin penasaran penyelam di Crystal Bay. Sejak dulu, ikan unik ini memang kerap muncul di Crystal Bay. Biasanya, kehadirannya ditandai dengan suhu perairan yang tiba-tiba turun hingga dibawah 20 Celcuis. Tapi, tidak gampang juga menemuinya. Kadang muncul, kadang ditunggui berhari-hari pun tidak mau menampakkan diri. Seperti juga hari itu, saya juga tidak ditemui. Beberapa kali menyelam disini, belum pernah bertemu. 

Rabu, 28 Maret 2018

Penyelam Spearfishing Kostadin Belum Ditemukan

Batumelawang, Ceningan Kawan, Nusa Ceningan
SUKASELAM.COM, Nusa Penida – Sudah lebih sebulan, jasad penyelam spearfishing asal Bulgaria, Kostadin Zdravkov Kanavrov (41 tahun), yang hilang di perairan Batumelawang, Banjar Ceningan Kawan, Desa Lembongan, pulau Nusa Ceningan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, hingga kini belum ditemukan. 

Kostadin hilang di perairan selatan pulau Nusa Ceningan ini pada Kamis (15/2) bulan lalu, ketika menyelam spearfishing bersama temannya Lyben Lovchev (42 tahun), Dancho Hristanov (30 tahun), dan pengemudi jungkung I Ketut Wiarda (30 tahun) warga Desa Lembongan. 

Dikutip dari Balipost (16/2), mereka berangkat dari Lembongan dan tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 07.15 waktu setempat. Setelah menyelam bersama dan mendapat ikan besar, mereka bertiga kembali ke permukaan.

Senin, 12 Maret 2018

Pulau Saleh Kecil, Bacan: Destinasi Selam Debutan Deep Extreme 2018


Spot selam Pulau Saleh Kecil, Kepulauan Kusu, Halmahera Selatan (Foto: istimewa)
SUKASELAM.COM, Jakarta – Jika pada Deep Extreme 2017 lalu ditandai dengan kehadiran destinasi selam baru Teluk Balantak dan Pulau Dua, Luwuk, Sulawesi Tengah; destinasi selam baru apa yang muncul di Deep Extreme 2018? Jawabnya adalah Pulau Saleh Kecil, Kepulauan Kusu, Bacan, Halmahera Selatan, Maluku Utara. 

Belum banyak penyelam mengunjungi destinasi ini. Selama ini, para penyelam kalau pergi ke Halmahera Selatan, selalu mengarah ke kawasan Kepulauan Guraici dan Pulau Lelei. 

Terutama trip-trip kapal pesiar selam rute Ternate - Labuha (Bacan). Situs Manta point di utara Pulau Siko, Kepulauan Guraichi, yang biasanya menjadi tujuan favorit penyelam.

Selasa, 16 Januari 2018

Kecelakaan Selam Di Pulau Kambing, Tanjung Bira


Mola-mola Point (Foto: agushoe.wordpress.com)
SUKASELAM.COM, Bulukumba – Penyelam asal Jakarta, Hugo (30 tahun), mengalami kecelakaan selam di situs Mola-mola Point, Pulau Kambing, Tanjung Bira, Bulukumba, Sulawesi Selatan, pada Rabu, 3 Januari 2018. 

Dikutip dari Kompas.com (4/1), Hugo menyelam bersama 2 teman dan pemandu selam dari operator selam setempat, di situs Mola-mola Point, Pulau Kambing, pada Rabu siang, untuk penyelaman rekreasi. 

Mereka menyelam hingga kedalaman 20 meter, dan kemudian terpisah karena terbawa arus. Namun, ketika ketiga temannya telah kembali ke permukaan laut, Hugo tak nampak muncul ke permukaan. Hingga kemudian dilaporkan hilang.

Jumat, 12 Januari 2018

Setelah Sepekan Hilang, Penyelam Ditemukan di Siaba Besar


Situs Selam Mawan, Taman Nasional Komodo
SUKASELAM.COM, Labuhan Bajo – Setelah hampir sepekan hilang, jenazah wisatawan selam asal Swedia, Patrice Cyrille Maria Worth (76 tahun), akhirnya ditemukan di perairan selatan Pulau Siaba Besar pada Selasa (2 Januari 2017) sekitar pukul 14.00 waktu setempat. 

Dikutip dari berita Kompas.com (2/1/2018), Koordinator SAR Labuhan Bajo, Edi Suryono, mengatakan jenazah ditemukan di selatan perairan Pulau Siaba Besar oleh nelayan setempat. 

“Setelah nelayan melaporkan ke kami, kemudian tim gabungan langsung bergerak untuk mengevakuasi jenazah untuk dibawa ke rumah sakit setempat,” ujar Edi Suryono. 

Minggu, 17 September 2017

Penyelam Dokter Terkena Dekompresi Sickness di Blue Lagoon

Keindahan terumbu karang Blue Lagoon, Padang Bai (Foto; youtube)
SUKASELAM.COM, Padang Bai – Seorang penyelam berprofesi dokter asal Singapura, dr Wong Yu Yi (48 tahun), mengalami kecelakaan selam di situs Blue Lagoon, Padang Bai, Bali, pada Rabu pagi (6 September 2017). Wong menyelam dalam grup bersama beberapa temannya dari Singapura, pada Rabu pagi, pukul 09.12 waktu setempat. 

Ketika sampai di kedalaman sekitar 20 meter, tiba-tiba dia memberi tanda kepada pemandu selamnya meminta bantuan dan kemudian naik kembali keatas permukaan laut. 

Setelah sampai di permukaan dia tak sadarkan diri.

“Dia telah diberi bantuan CPR (cardiopulmonary resuscitation/bantuan nafas buatan red.) beberapa saat, namun tak kunjung membuatnya sadar kembali,” ujar dr Peng Yeong Pin, suami korban yang juga berprofesi sebagai dokter, memberi penjelasan, seperti dikutip dari Strait Times. 

Korban kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat, dan meninggal ketika dalam perjalanan.

Hasil otopsi, menurut dokter Peng, menunjukkan dia mengalami decompreesion sicknes.

Senin, 24 Juli 2017

CASE CLOSED: Penyelam Singapura Dinyatakan Hilang di Komodo

Operasi SAR Penyelam Rinta Mukkam (Foto: voxntt.com)
SUKASELAM.COM, Labuhan Bajo – Hingga hari ke-10 operasi SAR untuk mencari penyelam Rinta Paul Mukkam, 40 tahun, yang hilang di situs selam Castle Rock, Taman Nasional Komodo, tidak juga membuahkan hasil, maka operasi pun resmi diakhiri sejak Minggu (23/7) sore. Penyelam advance asal Singapura itu pun dinyatakan masih hilang di Komodo. 

“Sesuai dengan standard kami, operasi SAR biasanya kami lakukan selama 7 hari. Namun, sesuai dengan permintaan keluarga korban, kemudian operasi ini diperpanjang 3 hari. Dan hingga hari ke-10 ini, belum ada hasilnya. Sehingga kami hentikan,” ujar Kepala Basarnas, Mayor Jendral Heronimus Guru, seperti dikutip dari Strait Times (23/7). 

Operasi SAR bisa dibuka kembali, jika ditemukan tanda-tanda baru, seperti ditemukannya alat selam yang dipakai Rinta, atau ditemukan perkakas Rinta yang lain. 

Pemantauan lapangan tetap dilakukan terus, bagi siapapun yang menemukan bisa melaporkan ke komunitas selam lokal Labuhan Bajo, bernama Emergency Komodo.

Selasa, 14 Maret 2017

[VIDEO] - Aksi Freediver William Trubridge di Manta Point dan Liberty Wreck, dan Ajakan Peduli Sampah Plastik

William Truridge di Bali (Foto: Youtube.com)
SUKASELAM.COM, Bali -  Freediver juara dunia asal Selandia Baru, William Trubridge, 36 tahun, baru-baru ini mempublikasikan 2 videonya di Youtube, sedang mengeksplorasi situs Manta Point, Nusa Penida, dan Liberty Wreck, Tulamben, Bali. 

Berikut ini, cuplikan kedua video itu. Yang memperlihatkan ketenangan, ketrampilan, eksplorasi, dan keindahan teknik freediving. Tak sekalipun, dia nampak mengganggu obyek-obyek selam. Persis seperti ikan. Dia juga mengunjungi lokasi-lokasi diving lain di Bali. 

Manta Point terletak di Nusa Penida. Arus menjadi salah satu tantangan penyelaman disini, baik arus di permukaan, arus di dalam, maupun arus yang terbentuk dari hempasan ombak yang mengenai tebing-tebing karang di sekitar lokasi. Jarang-jarang ada freediver turun disini.

Sabtu, 11 Maret 2017

MV Caledonia Sky Kandas di Cape KRI, Merusak Terumbu Karang Seluas Separuh Lapangan Bola

Perbandingan Terumbu Sebelum dan Sesudah Terkena Tabrakan (Foto: Stephanie Venables/Nationalpost.com)
SUKASELAM.COM, Waisai – Inilah yang sering menjadi paradoks pariwisata di Indonesia, disatu sisi bangga dengan keindahan alam dan lingkungannya, di satu sisi lain sering membebaskan industri pelaku perusak lingkungan berjalan tanpa pengawasan. 

Dan kali ini terjadi di Raja Ampat, pusat pariwisata kelautan yang sedang diunggulkan sebagai destinasi wisata keindahan dunia bawah laut terbaik di dunia. 

Pada Sabtu, 4 Maret 2017, pukul 14.00 WIT, pekan lalu, sebuah kapal pesiar asal Inggris berbendera Bahama, MV Caledonia Sky, dibiarkan mengarungi kawasan terumbu karang terbaiknya Raja Ampat, yakni kawasan perairan sekitar Pulau KRI. Dan kemudian mengakibatkan kerusakan terumbu karang luas.

Lokasi ini terletak di tengah Selat Dampier, di ujung timur gugusan Pulau Mansuar, Pulau KRI dan Pulau Koh, di wilayah adat Kampung Mansuar, Desa Yenbuba, Distrik Meos Mansar, Kabupaten Raja Ampat. 

Lokasinya tak jauh dari kota Waisai, ibukota Raja Ampat. Lokasi ini bisa ditempuh sekitar 20 - 30 menit dengan perahu motor dari Dermaga Waisai.

Bule Perancis Tewas Tenggelam di Gili Panggang, Belongas, Lombok

Tim SAR Melakukan Pencarian di Lokasi (Foto: Samawarea.com)
SUKASELAM.COM, Lombok – Wisatawan asal Perancis, Nicholas (36 tahun), tenggelam di perairan Gili Panggang, depan Tanjung Panggang, Teluk Belongas, wilayah Desa Bawun Mas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, Kamis 16 Februari 2017. 

Nicholas tenggelam ketika sedang melakukan aktivitas spearfishing bersama 2 temannya sesama warga Perancis, Julian (29 tahun) dan Benyamin (42 tahun). Ketiganya menginap di Selong Belanak Bungalow. 

Pada Kamis (16/2) pukul 08.00 pagi, ditemani pemandu wisata Muhammad (27 tahun) dan Galih Purwono (22 tahun), dan nelayan pengemudi perahu Budi (35 tahun), mereka berangkat naik perahu dari Pantai Selong Belanak menuju lokasi penyelaman di perairan Gili Panggang. 

Lokasi ini tak jauh dari kawasan Teluk Sepi, Teluk Belongas, dan Pantai Meang, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, kawasan wisata yang meski tak ramai namun tak pernah sepi dikunjungi wisatawan asing.

Senin, 27 Februari 2017

Australia - Indonesia Akan Turunkan Ekspedisi Selam Untuk Eksplorasi Perth Wreck

Bangkai Kapal Tenggelam HMAS Perth  (Foto: Nationalgeographic.co.id)
SUKASELAM.COM, Sidney - Australia dan Indonesia pada Maret 2017 ini akan menurunkan tim ekspedisi penyelaman bersama untuk mengeksplorasi ulang HMAS Perth Wreck, di perairan Suralaya, Cilegon, Banten. 

Ekspedisi ini untuk memastikan kembali keberadaan bangkai kapal perang Perth yang tenggelam pada pertempuran 'The Last Battle of Sunda Strait' melawan armada Jepang pada awal Perang Dunia II. 

Wreck ini sempat dikabarkan hilang dicuri para pemburu besi tua wreck. Ekspedisi ini untuk melihat ulang kondisinya, dan menemukan bagaimana cara melindunginya.

HMAS Perth bersama USS Houston dan HMS Evertsen, yang tergabung dalam armada Sekutu, tenggelam setelah terkena torpedo armada Angkatan Laut Jepang. Dari 681 kru kapal HMAS Perth, lebih separuhnya tewas dalam pertempuran, dan sekitar 100 tewas sebagai tawanan perang Jepang. Sedang dari armada Jepang 3 kapalnya juga tenggelam di sekitar lokasi yang sama, namun belum diketahui lokasi pastinya.

Selasa, 21 Februari 2017

Hilangnya Situs Wreck Terbesar di Indonesia, Seven Skies Wreck

Seven Skies Wreck (Foto: Gs-diving.com)
SUKASELAM.COM, Anambas – Situs bangkai kapal tenggelam terbesar di Indonesia, Seven Skies Wreck, di perairan Anambas, Kepulauan Riau, telah hilang dicuri para pencuri wreck. 

Berita ini telah menghebohkan dunia selam sejak Mei 2015 hingga kini.

Terutama para penyelam Singapura, karena mereka yang paling sering menjelajahi situs-situs selam di perairan ujung barat laut Indonesia ini, daripada para penyelam Indonesia. 

Sejak pertama kali ditemukan, sekitar 10 tahun lalu, Seven Skies Wreck menjadi lokasi kesukaan para penyelam Singapura berlatih technical dive, yakni teknik-teknik penyelaman untuk kedalaman lebih 40 meter. 
Situs ini juga populer untuk penyelaman rekreasi karena bagian-bagian wreck juga ditemukan di kedalaman sekitar 22 meter. 
Dulu hampir setiap pekan ada kapal pesiar selam dari Singapura mengunjungi situs favorit di perairan Anambas selatan ini. 

Mengenal Kecelakaan-kecelakaan Selam 2016

Bendera Tanda Ada Penyelaman (Foto: Divein.com)
SUKASELAM.COM, Jakarta – Berikut ini beberapa kecelakaan selam selama 2016. Data ini disarikan berdasarkan peristiwa yang terpublikasi di media massa. 

Dengan data semacam itu, tentu kita tidak tahu peristiwa yang terjadi seakurat mungkin, tetapi hanya berdasarkan laporan para wartawan, yang tentu pengetahuannya tentang dunia selam sangat beragam. 

Namun, kita tetap sangat berterima kasih kepada para wartawan yang telah mau melaporkan insiden-insiden kecelakaan selam, baik yang mengakibatkan korban meninggal atau tidak. Dunia selam harus banyak diliput media. 

Dari data terangkum, kebanyakan kecelakaan selam yang dialami para turis. Sedang data dari penyelam-penyelam Indonesia tidak ada. Semoga memang benar-benar tidak ada ya.  

Desember 2016
Seorang dokter asal Swiss, Bruno Ernst Durrer, 62 tahun, meninggal setelah melakukan penyelaman di Taman Nasional Bunaken, Sulawesi Utara. Penyelam telah menyelesaikan penyelamannya di waktu siang sekitar pukul 11.20 waktu setempat. 

Tongkeng Drift, Situs Ekstrem di Kepulauan Seribu

Dermaga Tongkeng (Foto: Nanidjabar.blogspot.co.id)
SUKASELAM.COM, Jakarta - Belum banyak penyelam Jakarta yang mengunjungi lokasi ini. 

Tapi kalau kamu ingin merasakan sensasi menyelam bersama arus (drift dive) yang benar-benar menguji nyali di Kepuluan Seribu, disinilah lokasi terbaiknya. 

Situs ini terletak di Pulau Tongkeng atau Pulau Petongkengan, sekitar 40 menit dengan perahu motor dari Dermaga Pramuka, atau dari Dermaga Pulau Putri. 

Sebuah pulau kecil. Ada resort kecil di dalamnya, tapi tak ramai menerima tamu. Nah, pulau ini bertetangga dengan Pulau Melintang Kecil. Tepat di depan dermaga utama Pulau Tongkeng itu, ada Pulau Melintang Kecil (nampak di gambar). Keduanya dipisahkan selat selebar sekitar 500 – 600 meter.