Tampilkan postingan dengan label Kapal Pesiar Selam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kapal Pesiar Selam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Agustus 2026

Menyelamatkan Kapal, Menjaga Terumbu Karang: Peluang Usaha Penundaan Kapal Pesiar Selam

(Kapal pandu berlambung dangkal milik IPCM berpotensi untuk evakuasi kapal wisata kandas | Foto: Istimewa)
Jakarta, 5 Agustus 2026 – Insiden kandasnya kapal pesiar selam di Maratua Channel, Kepulauan Derawan, Berau, Kalimantan Timur, pada Juni 2026, tidak hanya mengganggu aktivitas pariwisata setempat, tetapi juga merusak terumbu karang yang butuh puluhan tahun untuk pulih.

Selasa, 07 Juli 2026

Etika Kapal Pesiar Selam yang Wajib Dipatuhi Agar Tragedi Maratua Tidak Terulang

(Kapal pesiar selam | Foto Istimewa)
Jakarta, SUKASELAM.COM – Insiden kapal pesiar selam (diving liveaboard) kandas dan melindas terumbu karang di situs selam Maratua Channel, Maratua, Berau, Kalimantan Timur, pada Jumat 19 Juni 2026 lalu, hingga hari ini masih menjadi sorotan hangat. 

Rabu, 24 Juni 2026

Komunitas Berau Divers Kecam Kapal Pesiar Selam Kandas di Maratua Channel

(Foto kapal pesiar selam kandas di Maratua Channel (19/6) | Foto: Istimewa)

SUKASELAM.COM, Berau –
Komunitas Berau Divers (KBD) mengecam keras insiden kandasnya kapal pesiar selam MV Seaisee I tepat pada area situs selam Maratua Channel, atau disebut juga situs Channel Point, di gugusan Atol Maratua, Derawan, Berau, Kalimantan Timur, pada Jumat (19 Juni 2026) pekan lalu.

Jumat, 14 Juli 2017

Penyelam Singapura Hilang di Gili Lawa Laut, Komodo

Penyelam Rinta Paul Mukkam (Foto: Facebook Roy Paul Mukkam)
SUKASELAM.COM, Labuhan Bajo, - Dikutif dari akun facebook Roy Paul Mukkam, yang tinggal di Singapura, dikabarkan hari Kamis (13/7) kemarin, seorang penyelam asal Singapura, Rinta Paul Mukkam (40 tahun), yang merupakan saudara Roy Paul Mukkam, hilang dalam penyelaman di perairan Gili Lawa Laut, Taman Nasional Komodo, Labuhan Bajo, Manggarai Barat. 
Wisawatan ini turun menyelam bersama 15 orang temannya, tergabung dalam trip kapal pesiar selam KLM Seamore Papua rute Labuhan Bajo, Pulau Rinca, dan Pulau Komodo. 

Senin, 27 Maret 2017

Manakah yang Perlu Dikembangkan, Kapal Pesiar atau Kapal Pesiar Selam?


Kapal pesiar selam atau Phinisi Selam (diving liveaboard)
SUKASELAM.COM, Jakarta – Dari kecelakaan kapal pesiar MV Caledonia Sky yang kandas dan merusak terumbu karang luas di perairan Cape KRI, Raja Ampat, awal bulan ini. Kini, menjadi pertanyaan, manakah yang lebih patut dikembangkan oleh dunia pariwisata laut di Indonesia? Wisata kapal pesiar (cruise ship) atau kapal pesiar selam (diving liveaboard).

Karena tidak seperti di Italia atau Yunani yang merupakan surganya wisata kapal pesiar. Lautan Indonesia, seperti juga lautan tropis di negara-negara lain, menawarkan lebih banyak variasi wisata kapal pesiar. Laut di perairan tropis ditumbuhi karang, yang menjadi obyek penting wisata selam (scuba diving, freediving, snorkeling). Sehingga, selain wisata kapal pesiar, lautan tropis juga menawarkan wisata kapal pesiar selam.

Namun, apa yang membedakan wisata kapal pesiar selam di Indonesia dengan wisata kapal pesiar selam di negara-negara tropis lain. Seperti di Filipina, Thailand, Malaysia, Maladewa, Karibia, Laut Merah, dan lain-lain. Jika di negara-negara lain kapal pesiar selam berupa yatch modern, kapal pesiar selam di Indonesia berupa kapal-kapal phinisi yang berbasis pada kultur maritim masyarakat Indonesia sendiri. Atau yang biasa disebut Phinisi Selam (PS).