Tampilkan postingan dengan label Kecelakaan Selam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kecelakaan Selam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 September 2026

Penyelam Malaysia Meninggal di Crystal Bay

(Lokasi Crystal Bay, Nusa Penida | Peta : Sukaselam)

Nusa Penida, 17 September 2026
– Seorang penyelam asal Malaysia, Siti Nuraini (Perempuan, 39 tahun), mengalami kecelakaan selam di situs selam Crystal Bay, Rabu (16 September 2026).

Selasa, 25 Agustus 2026

Lagi, Snorkeler China Meninggal di Labuan Bajo

(Pink Beach Pulau Padar | Foto: ilustrasi)

Labuan Bajo, 25 Agustus 2026
– Seorang turis China, Zou Huarong (29 tahun, perempuan), meninggal setelah mengalami kecelakaan selam di Long Beach, Pulau Padar, hari ini Selasa (25 Agustus 2026) siang, di kawasan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Kamis, 16 Juli 2026

Dua Snorkeler China Tenggelam di Pulau Kelor

(Evakuasi korban kecelakaan selam di Pulau Kelor, Rabu (15/7) | Foto: Dok Basarnas Labuan Bajo)
Labuan Bajo, SUKASELAM.COM – Dua wisatawan asal China, pasangan suami istri Guo Xingyou (29 tahun, perempuan) dan Sha Gingyang (30 tahun, laki-laki), ditemukan meninggal di perairan Pulau Kelor, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Rabu siang (15 Juli 2026).

Rabu, 24 Juni 2026

Komunitas Berau Divers Kecam Kapal Pesiar Selam Kandas di Maratua Channel

(Foto kapal pesiar selam kandas di Maratua Channel (19/6) | Foto: Istimewa)

SUKASELAM.COM, Berau –
Komunitas Berau Divers (KBD) mengecam keras insiden kandasnya kapal pesiar selam MV Seaisee I tepat pada area situs selam Maratua Channel, atau disebut juga situs Channel Point, di gugusan Atol Maratua, Derawan, Berau, Kalimantan Timur, pada Jumat (19 Juni 2026) pekan lalu.

Rabu, 15 April 2026

Penyelam Ditemukan Meninggal di Gili Air

Ilustrasi by Alamy.com
SUKASELAM.COM, Gili Air – Kasus kecelakaan selam terbaru ditemukan di perairan Gili Air, Gili Indah, Pemenang, Lombok Utara, NTB.

Seorang penyelam asal Inggris, Robert Peter (46 tahun), ditemukan telah meninggal di kedalaman 12 meter di perairan pulau Gili Air oleh tim SAR dari Kantor SAR Mataram, pada Selasa (24/3) sore.

Dikutip dari SuaraNTB, Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi mengatakan, kantornya mendapatkan laporan dari masyarakat tentang hilangnya seorang penyelam di perairan Gili Air pada Selasa siang.

Laporan tersebut segera ditindaklanjuti dengan mengirimkan tim SAR untuk melakukan pencarian.

Hingga korban kemudian ditemukan kurang dari 2 jam setelah proses pencarian berjalan.

Selasa, 26 Agustus 2025

Penyelam Belanda Meninggal di Turtle City Pulau Siaba Besar

Turtle City di Pulau Siaba Besar

SUKASELAM.COM, Labuan Bajo
- Penyelam asal Belanda, Gilles Van Bell, meninggal dunia ketika melakukan penyelaman di situs selam Turtle City, Pulau Siaba Besar, TN Komodo, Labuan Bajo, Minggu (24/8).

Minggu, 01 Juni 2025

Penyelam Asal Malaysia Alami Kecelakaan Selam di Situs The Canyon, Pulau Weh, Aceh

(The Canyon, Pulau Weh, Aceh | Foto: Sukaselam)

SUKASELAM.COM, Pulau Weh
- Berita duka kembali menimpa dunia selam. Seorang penyelam asal Malaysia,  Haikal Rafie Bin Halim (33 tahun), mengalami kecelakaan selam hingga meninggal, Sabtu (31/5) pagi, di destinasi selam populer Pulau Weh, Sabang, Aceh.

Korban mengalami kecelakaan selam di situs selam Pante Aneuk Seuke atau populer dikenal juga dengan nama The Canyon.

Minggu, 04 Mei 2025

A Chinese Diver Found Dead at Dive Site Kelapa Dua, Atol Kakaban

(Kelapa Dua Dive Site di Atol Kakaban, Berau | Foto: Sukaselam.com)

SUKASELAM.COM, Berau – A 30-year-old woman Chinese diver who had a diving accident at the Kelapa Dua dive site, Atol Kakaban, Berau Regency, East Kalimantan Province, was found dead on Saturday (3/5) afternoon, said local search and rescue agency.

Jumat, 11 Oktober 2024

Penyelam Amerika Yang Hilang di Pulau Reong Ditemukan di Dalam Perut Hiu Macan, 126 Kilometer Dari Entri Poin

Dari Pulau Reong ke Pantai Liquica

SUKASELAM.COM, Wetar Utara – Penyelam asal Amerika Serikat, Carol Colleen Monfore (68 tahun), yang hilang dalam penyelaman di situs Reong Northeast, Pulau Reong, pada 26 September 2024 lalu, dikabarkan telah ditemukan jasadnya di dalam perut seekor hiu macan, pada 6 Oktober 2024. Kabar ini dilansir oleh Kepala Basarnas Ambon, Maluku.

Sabtu, 05 Oktober 2024

Diver Amerika Serikat Hilang di Situs Selam Reong Timur Laut

Tim SAR melakukan pencarian | Foto: Istimewa

SUKASELAM.COM, Wetar Utara - Seorang penyelam asal Amerika Serikat, Carol Colleen Monrofe (68 tahun), dinyatakan hilang oleh Basarnas Kalabahi di Pulau Reong, Wetar Utara, Maluku Barat Daya, Jumat, 4 Oktober 2024.

Carol yang juga pemilik kapal pesiar selam KM Tiare, sedang dalam pelayaran dari Alor ke Banda Neira, ketika mampir melakukan penyelaman di Pulau Reong, Wetar Utara, pada Kamis, 26 September 2024. 

Jumat, 22 September 2023

Relawan SAR Tewas Dalam Survey Terumbu Karang

SUKASELAM.COM, Aceh Besar – Seorang penyelam yang juga relawan SAR, tewas dalam kecelakaan selam di Pulau Tuan, Aceh Besar, pada Selasa, 19 September 2023. 

Penyelam itu, May Fendri (50 tahun), adalah Ketua Relawan Satgas SAR Aceh. 

Hari itu ia menyelam bersama lima orang rekannya di terumbu Pulau Tuan, sekitar pukul 12.30 siang waktu setempat. 

Sabtu, 03 April 2021

Wawancara Rudy Wakatobi: Pandemi Bikin Dunia Selam Dorman

Montipora foliosa di Roma, Wakatobi (foto: istimewa)

SUKASELAM.COM, Wangi-wangi – Pandemi tak sepenuhnya membuat dunia selam di Wakatobi meredup. Geliat masih tumbuh dan berkembang. “Hikmah pandemi. Kami jadi lebih banyak waktu untuk eksplorasi menemukan lokasi-lokasi penyelaman baru. Meski tamu sepi, setiap hari kami tetap menyelam untuk eksplorasi. Hasilnya, banyak temuan baru yang bakal lebih seru,” ujar Rudy Wakatobi, dive master dan guide selam dari Rekan Dive Center yang berbasis di Wangi-wangi, Wakatobi.

Hei Rud. Bagaimana situasi dunia selam di Wakatobi selama pandemi? 
Sama seperti di tempat-tempat lain. Tamu langsung drop sejak satu bulan setelah pengumuman pandemi. Tetapi, kini sudah mulai nampak menggeliat. Bulan ini (Maret 2021) sudah ada beberapa turis asing dari Solo dan Yogyakarta datang ke sini menyelam. Mereka ekspatriat yang tinggal di Indonesia selama pandemi. Kalau turis baru belum ada. Wisatawan Nusantara juga belum ada yang datang. Semua akan sangat tergantung pada program vaksinasi. Semoga pada Juli mendatang, turis akan semakin banyak datang.

Senin, 11 November 2019

Satu Penyelam Hilang Ditemukan di Perairan Bengkunat, Lampung Barat

Jasad Penyelam Yang Ditemukan di Perairan Bengkunat, Lampung Barat (Foto: Inews)
SUKASELAM.COM, Jakarta – Kabar gembira. Setelah 9 hari operasi pencarian SAR, jasad salah satu dari 3 penyelam yang hilang di situs selam Berlin Wall, Pulau Sangiang, Serang, Banten, akhirnya ditemukan terapung di perairan pantai Desa Bengkunat, Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Lampung Barat, pada Senin, 11 Nopember 2019, pagi. 

Jasad yang ditemukan itu masih lengkap memakai semua peralatan selam. 

Diduga merupakan jasad dari Qin Xue Tao (L) warganegara China, yang bekerja sebagai manajer operasional perusahaan produsen motor Wuling (PT SGMW Motor Indonesia).  

Informasi dari tim Basarnas Banten, jasad penyelam itu pertama kali ditemukan oleh warga nelayan setempat, yakni Ciliang dan Andar, pada Senin pagi, pukul 06.15 WIB. 

Posisi jasad sekitar 8 mil, atau sekitar 12,5 kilometer, di lepas Pantai Kotodjawa. 

7 Kapal, 4 Helikopter, Drone ROV dan Penyelam Militer Dikerahkan di Sangiang; Operasi SAR Terbesar

Penyelaman dalam Operasi Sar untuk Mencari 3 Penyelam Hilang di Pulau Sangiang (Foto: Analisadaily)

SUKASELAM.COM, Jakarta – Dalam catatan Sukaselam, operasi sar terhadap 3 penyelam warganegara China dan Singapura yang hilang di situs selam Berlin Wall, Pulau Sangiang, Banten, sejak akhir pekan lalu, Minggu (3/11), hingga hari ini Senin (11/11), adalah operasi sar terbesar untuk mencari penyelam yang hilang dalam penyelaman rekreasi.  


Tak kurang 7 kapal dilibatkan dalam operasi ini (diantaranya Kapal Tamposo, Kapal Badak, dan Kapal Sangiang milik Marinir TNI Angkatan Laut; Kapan Sar Drupada dan Basudewa milik Basarnas Banten; dan Kapal 1007 dan Kapal 1019 milik Polairud Polda Banten), 4 helikopter (1 helikopter bantuan Mabes Polri, 1 helikopter Basarnas Banten, dan 2 helikopter sewaan sumbangan dari keluarga korban), 6 penyelam militer dari Tim Intai Amfibi (Taifid) Marinir TNI AL, 10 penyelam Basarnas Banten, drone bawah laut (ROV/Remoted Operated Vehicle) milik Polairud Polda Banten, 1 mobile hiperbaric chamber milik Marinir TNI AL, dan lebih 150 personil dan berbagai unit rescue di Banten terlibat dalam pencarian massal dan masif. 

Pencarian 3 Penyelam Hilang di Sangiang Diperpanjang 3 Hari


Operasi Sar Mencari 3 Penyelam China Yang Hilang di Pulau Sangiang (Foto: Kompas)
SUKASELAM.COM, Jakarta -  Hingga hari ke-7, Sabtu (9/12), proses pencarian 3 penyelam asal China dan Singapura, yang hilang terseret arus dalam di sekitar situs selam Berlin Wall, Pulau Sangiang, Serang Banten, belum menampakkan hasil. 

“Berdasarkan izin Basarnas (pusat), bahwa operasi SAR akan kami perpanjang tiga hari ke depan sampai tanggal 12 November. Setelah itu kita lakukan evaluasi lagi. Bahwa tim SAR terus semangat untuk menemukan para penyelam,” ujar Kepala Basarnas Banten, Zaenal Arifin, kepada media, di posko operasi SAR, di Pelabuhan Merak, Banten, Sabtu (9/11). 

Sesuai standard operasi SAR dari Basarnas Indonesia, operasi sar dilakukan sejak hari pertama laporan kehilangan diterima, Minggu (3/11), hingga 7 hari kedepan, Sabtu (9/11). 

Jika para korban belum ditemukan, maka operasi sar akan dievaluasi untuk diperpanjang atau tidak.
Kini, operasi sar itu diperpanjang 3 hari lagi, hingga Selasa, 12 Nopember 2019. 

Hadiah 1,5 M Bagi Siapa Saja Penemu 3 Penyelam Hilang Di Berlin Wall

Polairud Polda Banten Dalam Operasi Sar di Pulau Sangiang (Foto: Okezonenews)
SUKASELAM.COM, Jakarta – Dua keluarga 3 penyelam yang hilang di sekitar situs selam Berlin Wall, Pulau Sangiang, Serang, Banten, pada Minggu, 3 Nopember 2019; menjanjikan hadiah sekira Rp 100 ribu dollar Amerika Serikat (sekira Rp 1,5 miliar) kepada siapa saja yang berhasil menemukan keberadaan 3 penyelam naas tersebut. 

Seperti diketahui dari 7 wisatawan penyelam asal China dan Singapura yang menyelam di sekitar Berlin Wall, Pulau Sangiang pada Minggu (3/12) lalu, ada 3 penyelam yang mengalami kecelakaan hilang akibat terkena arus dalam, mereka adalah Qin Xue Tao (warganegara China), Tian Yu (warganegara China), dan Wan Bing Yang (warganegara Singapura). 

Dikutip dari pemberitaan berbagai media, Chelsea, wakil keluarga Tian Yu, pada Senin, 4 Nopember 2019, telah mengumumkan ke publik melalui media sosial dan wawancara dengan media, yang menjanjikan hadiah 50 dollar Amerika Serikat (sekira Rp 750 juta) kepada siapa saja yang berhasil menemukan Tian Yu.
Penyelam warganegara China yang bekerja untuk sebuah perusahaan penambangan nikel di Morowali itu, berumur sekira 42 tahun, dan telah cukup berpengalaman dalam penyelaman. 

Rabu, 06 November 2019

3 Penyelam China Hilang di Berlin Wall, Sangiang


Proses Pencarian Melibatkan Drone Bawah Laut (Foto: Vivanews)
SUKASELAM.COM, Jakarta – Tiga orang warga Republik Rakyat China mengalami kecelakaan selam di sekitar situs selam Berlin Wall, Pulau Sangiang, Serang, Banten, pada Minggu, 3 Nopember 2019. 

Ketiga penyelam itu adalah Tan Xue Tao (laki-laki) manajer operasional perusahaan produsen motor Wuling (PT SGMW Motor Indonesia), Tian Yu (laki-laki) manajer PT China Harbour lndonesia, dan Wang Bing Yang (laki-laki) manajer PT Morowali Industry Aico. 

Mereka menyelam di Pulau Sangiang bersama dengan 4 temannya yang lain, seperti dikutip dari SuaraBanten.id, adalah You Shi Jie (laki-laki) dari PT Huawei Tech Invesment, Xu Jun (laki-laki) dari Huawei Tech Invesment, Che Yin Xin (perempuan), dan Yang Lixiang (laki-laki). Keempat orang yang terakhir ini diketahui selamat.

Mereka bertujuh datang ke Pulau Sangiang pada Minggu siang, sekira pukul 13.30 wib untuk melakukan penyelaman rekreasi. 

Penyelam Hilang di Buyuk, Nusa Penida; Diduga Kehabisan Udara Dalam Tabung

Pencarian Penyelam di Nusa Penida Hingga Hari Ke-5 (Foto: Balipost)
SUKASELAM.COM, Nusa Penida – Seorang penyelam asal Sumbawa Barat, hilang dalam penyelaman di sekitar situs selam Buyuk, Nusa Penida, Klungkung, Bali, Jumat, 1 Nopember 2019. 

Dirangkum dari pemberitaan media massa setempat, penyelam bernama Muhammad Tohir (20 tahun) itu, menyelam bersama temannya Daim (22 tahun), pada Jumat siang pukul 10.00 waktu setempat, dengan tujuan untuk mencari karang akar bahar (Antiphates sp). 

Mereka berdua menyelam dengan menggunakan satu tabung udara, tabung dibawa oleh Daim. 

Turun di sekitar situs selam Buyuk, salah satu situs selam paling populer di pulau Nusa Penida, tepatnya di sekitar Semaya One Beach Water Sport. 

Rabu, 12 Juni 2019

Serangan Ubur-ubur Api di Sepanjang Pantai Selatan Jawa


Ubur-ubur Api (Physalia utriculus) di Pantai Parangtritis, Yogyakarta (Foto: Tribun Jogja)
SUKASELAM.COM, Pelabuhan Ratu – Ratusan wisatawan di sepanjang Pantai Selatan Jawa, -dari Pantai Parangtritis, Yogyakarta, hingga Pantai Binuangeun, Lebak, Banten- terkena serangan Ubur-ubur Api (Physalia utriculus) selama musim libur Lebaran, 3-10 Juni 2019.
  
Mereka, terutama anak-anak, yang terkena sengatan setelah menyentuh tubuh Ubur-ubur Api, mengalami gejala seperti ruam-ruam pada kulit, gatal-gatal yang sangat, kulit terasa melempuh panas, hingga sebagian mengalami demam ringan dan perut mual-mual. 

Meski tak sampai menelan korban meninggal dunia, namun tetap membuat histeria para orang tua. Gejala itu juga hanya 1-3 hari saja, kemudian sembuh normal. Namun, sangat menyiksa.

Dikutif dari media, catatan Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Bantul, hingga Selasa (11/6/2019), ada lebih 220 wisatawan yang terkena sengatan Ubur-ubur Api selama musim libur Lebaran ini. Terutama di Pantai Parangtritis yang merupakan pusat wisata pantai paling ramai di Yogyakarta, juga di Pantai Depok, Pantai Baron, dan Pantai Baru. 

Jumat, 09 November 2018

Penyelam Relawan SAR Meninggal dalam Rescue Pesawat Lion Air

Penyelam dalam Penyelaman Bersama Basarnas (Foto: jabarnews)
SUKASELAM.COM, Jakarta – Syahrul Anto (48 tahun), penyelam handal dari klub selam Indonesia Rescue Diver Team (IRDT), meninggal dalam misi penyelaman rescue kecelakaan pesawat Lion Air PKP-LQP nomor penerbangan JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Karawang, Jumat 2 Nopember 2018.

Syahrul Anto meninggal ketika bergabung dalam operasi rescue yang dikoordinasi Basarnas (Badan Rescue Nasiona) untuk pencarian para korban kecelakaan pesawat Lion Air. 

Syahrul dikenal sudah tidak asing bagi kalangan penyelam di Indonesia, ia kerap terlibat dalam berbagai misi rescue baik untuk penyelaman maupun penanganan darurat bencana di darat. 

Ia juga terlibat dalam penyelaman rescue ketika pesawat Asia Asia jatuh dan tenggelam di perairan Sukadana, Kalimantan Barat, empat tahun lalu.