Halaman

▼

Jumat, 09 Oktober 2026

Empat Penyelam Hilang di Sikka Berhasil Ditemukan Selamat, Mengapa Pangabatang Selatan Menarik?

(Situs selam Pangabatang Selatan | Ilustrasi: Sukaselam.com) 

Jakarta, 9 Oktober 2026
– Empat penyelam yang sempat dilaporkan hilang di perairan Teluk Maumere, Maumere, Sikka, NTT, pada Minggu (4/10) lalu, akhirnya berhasil ditemukan selamat semua pada keesokan harinya, Senin (5/10).

Setelah mereka sebelumnya sempat dilaporkan hilang terbawa arus kuat di situs selam Pangabatang Selatan, sewaktu dalam penyelaman rekreasi.

Tim pencari dari Basarnas Maumere menemukan mereka terpisah-pisah dalam 3 lokasi yang berbeda, namun semua masih di sekitaran Teluk Maumere.

Wisatawan selam asal Austria, Patricia Retter, ditemukan hari itu juga pada Minggu sore pukul 16.30 WIB di perairan Desa Nangahale oleh nelayan setempat yang turut melakukan pencarian.

Sedang dua penyelam asal Irlandia, Dervla dan Darragh, dan guide selam setempat Frederik Horimpun, harus terombang-ambing semalaman di tengah laut, sebelum ditemukan Basarnas.

Dervla dan Darragh akhirnya ditemukan tim Basarnas pada Senin (5/10) pukul 09.00 WITA keesokan harinya setelah dilaporkan hilang, dan Frederik Horimpun juga ditemukan lima menit kemudian, Senin pukul 09.05 WITA, namun dalam kondisi yang terpisah dari Dervla dan Darragh.

Dervla dan Darrah ditemukan di tengah Teluk Maumere, sekira 7 kilometer dari titik masuk penyelaman, sedangkan Frederik ditemukan oleh tim penyelamat dari Polairud Maumere, sekira 9 kilometer dari titik masuk penyelaman juga masih di tengah-tengah Teluk Maumere.

Berita penemuan mereka dalam kondisi semuanya masih hidup dan masih tetap sehat ini, tentu sangat menggembirakan publik, karena sebelumnya sangat dikhawatirkan mereka akan hilang.

Dikutip dari laporan media-media setempat, peristiwa ini bermula pada Minggu (4/10) pagi.

Ketika itu ada 6 penyelam yaitu Bart Hazes (usia 60 tahun, warga Belanda, turis selam), Patricia Retter (42 tahun, warga Austria, turis selam), Dervla Mulligan (28 tahun, warga Irlandia, turis selam), Darragh (27 tahun, warga Irlandia, turis selam), Frederik Horimpun (39 tahun, WNI, guide selam), dan Maria Rosa Hariana (25 tahun, WNI, guide selam), melakukan penyelaman di situs selam Pangabatang Selatan, sekira pukul 10.00 waktu setempat.

Situs selam Pangabatang Selatan merupakan salah satu situs selam populer di Maumere.

Titik masuk penyelaman ini di sisi selatan dari Pulau Pangabatang, di tengah Teluk Maumere, atau sekira 30 kilometer dari dermaga utama Pelabuhan Maumere.

Mereka turun dalam formasi 2 group: group pertama terdiri Bart Hazes dan Patricia Retter didampingi guide selam Maria Rosa Hariana, dan group kedua Dervla Mulligan dan Darragh didampingi guide selam Frederik Horimpun.

Namun naas, saat melakukan penyelaman, mereka terbawa arus kuat yang memang dikenali kerap muncul tiba-tiba mengalir kuat di situs selam Pangabatang Selatan.

Penyelam Bart Hazes dan guide selam Maria Rosa Hariana dapat segera kembali ke boat selam setelah terkena arus, sedang 4 penyelam yang lain terbawa arus.

Karena rekan-rekannya ditunggu tak segera muncul ke permukaan laut, sekira pukul 14.10 WITA, guide selam Maria Rosa Hariana kemudian dari atas boat selam menelpon ke Basarnas Maumere, melaporkan rekan-rekannya yang belum kembali dari penyelaman.

“Menindaklanjuti laporan tersebut, kami kemudian langsung mengerahkan operasi gabungan melakukan pencarian dengan menggunakan Kapal SAR Puntadewa 250 ke lokasi kejadian,” ujar Fathur Rahman, kepala Basarnas Maumere, seperti dikutip dari RakyatNTT.

Lokasi kejadian atau titik masuk penyelaman pada koordinat 8°29’5.75″ LS, 122°27’34.71″ BT

Sekira pukul 16.30 WITA, penyelam Patricia Retter berhasil ditemukan oleh nelayan setempat yang turut melakukan pencarian mandiri, dia ditemukan terdampar di dekat Pantai Nangahale.

Sedang tiga penyelam lain sampai pada Minggu sore masih dalam pencarian.

Baru pada esoknya, Senin (5/10), saat meneruskan upaya pencarian, tim pencari dari tim Polairud Maumere, pada pukul 09.30 WITA, berhasil menemukan duo penyelam asal Irlandia, Dervla dan Darragh dalam keadaan sehat, sedang terombang-ambing di tengah laut di Teluk Maumere, sekira 7 kilometer di selatan dari titik masuk penyelaman.

Dan sekira 5 menit kemudian, guide selam Frederik Horimpun juga ditemukan sedang terombang-ambing sendirian di tengah laut, 9 kilometer di selatan dari titik masuk penyelaman.

Pangabatang Selatan
Situs selam Pangabatang Selatan memang dikenal merupakan situs selam arus (drift diving).

Lokasi situs selam ini terletak di sisi selatan dari Pulau Pangabatang, pada area sekitar ujung selatan dari selat antara Pulau Pangabatang dan daratan Maumere.

Arus itu terbentuk karena penyempitan ruang permukaan laut pada selat, atau sering disebut juga sebagai arus corong atau arus tunnel effect.

Selain itu, arus juga terbentuk dari dinamika pasang surut perairan sekitar, dan karena Teluk Maumere berada di Zona Arlindo, pengaruh arus Arlindo juga semakin menguatkan arus yang melewati corong Selat Pangabatang.

Arus biasanya 1-2 knot, namun saat pergantian pasang surut perairan, arus bisa meningkat cepat.

Yang menarik dari situs Pangabatang Selatan, situs ini terletak di tengah Teluk Maumere, sehingga ketika penyelam terkena arus, ia akan dibawa arus tetapi masih di dalam area teluk.

Sehingga, tidak terseret jauh hingga belasan atau bahkan puluhan kilometer.

Hal itu bisa dilihat dari para penyelam yang hilang, ditemukan masih di sekitaran dalam Teluk Maumere.

Seperti Patricia ditemukan di perairan Desa Nangabale, atau sekitar 8 kilometer dari situs Pangabatang Selatan; Dervla dan Darragh sekitar 7 kilometer di selatan dari titik masuk penyelaman, dan Frederik ditemukan sekitar 9 kilometer dari situs Pengabatang Selatan.

Arus lokal Inilah yang menarik dari situs Pangabatang Selatan, selain juga terumbu karang subur dan dihuni banyak ikan karang ***

Penulis: Wahyuana
Editor: Tim Redaksi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar