![]() |
| (Kapal pesiar selam | Foto Istimewa) |
Peristiwa tersebut sangat disesalkan karena terjadi tepat pada lokasi situs selam premium yang selama ini menjadi magnet utama penyelaman rekreasi di Atol Maratua.
“Kami mengecam keras kecerobohan ini karena dampak kerusakan terumbu karang di spot barakuda ini sangat masif,” ujar Fitriani Murasaki, Ketua Komunitas Berau Divers, dalam rilisnya.
Komunitas Berau Divers mengusulkan pemasangan mooring buoy (pelampung tambat) di setiap titik selam di seluruh Maratua untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Di samping itu, peristiwa ini menjadi alarm keras bagi setiap operator kapal pesiar selam untuk mematuhi etika bahari dan Standar Operasional Prosedur (SOP) wisata kapal pesiar selam.
Berikut beberapa poin etika kapal pesiar selam untuk menjadi pengingat bagi para operator:
Etik Kapal Pesiar Selam Bagi Operator
1. Etika ke Laut dan Lingkungan
Prinsip umum: Kapal adalah tamu di rumah ikan.
Poin-poin:
• Jangkar bijak. kapal dilarang buang jangkar di atas terumbu karang. Kapal wajib pakai mooring buoy atau mesin kapal tetap menyala agar tetap floating drift.
• Limbah zero. Air bekas digunakan, minyak, sampah plastik wajib dibawa pulang ke darat. Laut bukan tempat sampah.
• Jaga jarak satwa. Kalau ketemu lumba-lumba, paus, penyu, dan mamalia laut lain, kapal wajib melambat atau menahan diri. Bukan kerjar-kejaran untuk buat konten.
• Solar dan oli. Cek kebocoran bahan minyak, solar, dan oli setiap hari. Satu tetes oli bisa membunuh 1 meter persegi terumbu karang.
• Edukasi tamu. Wajib ingetin tamu, jangan pegang karang, jangan kasih makan ikan.
2. Etika Navigasi
Prinsip umum: navigasi adalah penting karena nyawa semua orang di kapal.
Poin-poin:
• Cek cuaca minimal 2 kali sehari. Wajib lihat dan dengar data BMKG, Windy, dan nelayan lokal. Kalau warning ombak lebih 2 meter, jangan memaksa berangkat.
• Kapten bersertifikat. Kapten harus paham alur pelayaran, kedalaman, dan titik-titik karang di Maratua. Tidak hanya mengandalkan GPS.
• Jaga jarak aman. Jangan ngebut di area dangkal. Terutama malam, banyak kejadian kandas karena ini.
• Etika ke operator lain. Kasih info ke sesama kapal pesiar selam kalau ada spot berbahaya dan cuaca buruk.
3. Etika ke Kru Kapal
Prinsip umum: kru kapal adalah tulang punggung kapal
Poin-poin:
• Jam Kerja Manusiawi. Maksimal 10-12 jam kerja. Kasih waktu istirahat dan tidur cukup. Kru capek rawan kecelakaan kapal.
• Gaji dan Asuransi Layak. Bayar tepat waktu. Wajib ada asuransi kecelakaan kerja dan kesehatan.
• Skill up. Beri kru kapal pelatihan rutin safety, pertolongan pertama, dan service tamu.
• Dengar suara kru. Kapten/Nahkoda tahu kondisi laut paling akurat. Jangan diabaikan.
4. Etika ke Tamu
Prinsip umum: tamu adalah aset yang menjadi tanggung jawab utama.
Poin-poin:
• Briefing wajib. Sebelum berangkat kru kapal harus menjelaskan tata tertib kapal, area berbahaya, aturan diving, rencana diving, dan kode etik di laut.
• Transparansi. Jujur soal kondisi kapal, itinerary yang bisa berubah karena cuaca, dan risiko.
• Rasio kru dan tamu: Idealnya 1 kru menjaga 4-5 tamu. Biar semua terpantau dan terlayani pada waktu diving, freediving, dan snorkeling.
• Fasilitas layak. Air bersih, APD, obat-obatan, makanan higienis adalah standar. Bukan bonus.
5. Prosedur Emergensi
Prinsip umum: kapal pesiar selam berbeda dengan kapal penumpang dan kapal barang.
Poin-poin:
• SOP Kandas/Terbakar. Semua kru wajib hafal; siapa ambil radio, siapa yang bagi pelampung, siapa yang menenangkan tamu, jika terjadi situasi emergensi.
• Peralatan Lengkap. EPIRB, Radio SSB/VHF, GPS, pelampung untuk semua tamu dan kru, sekoci, P3K, tabung oksigen, dan lain-lain.
• Briefing safety di hari pertama. Tunjukan di mana titik kumpul, di mana pelampung dan cara pakai, sejak hari pertama sebelum mulai berlayar.
• Asuransi. Operator wajib punya asuransi kapal. Tamu wajib punya asuransi diving.
• Kontak darurat. Punya kontak Basarnas, KSOP, dan LO terdekat di area tersebut. Kenapa hal ini penting, karena seringkali bantuan emergensi datang lebih 2 jam setelah laporan.
Penulis: Wahyuana
Editor: Tim redaksi





